Membiakkan Laba dari Bibit Jamur Merang

October 16, 2009

jamur merang

Jamur merang atau Volvariella volvacea kini kian populer. Para petani pun kian bersemangat menanamnya. Karenanya, kebutuhan akan bibit jamur ini cukup besar. Adalah PT Agrocendawan Persada di Semarang yang sejak lima tahun silam mengembangkan bibit jamur merang.

Menurut Slamet Trismiyanto dari bagian pemasaran Agrocendawan, umumnya petani jamur belum mampu memproduksi bibit jamur merang sendiri. Karena itu, kebutuhan akan bibit jamur merang hasil pengembangan industri cukup besar.

Agrocendawan mengembangkan bibit jamur lewat teknik kultur jaringan. Prosesnya bermula dengan pengambilan spora dari jamur yang kemudian diletakkan dalam cawan petri berisi media agar-agar dari kentang yang diberi hormon penumbuh dan anti bakteri. Setelah muncul iselium atau serabut kecil, ia dipindahkan atau diturunkan ke dalam cawan baru hingga tiga kali penurunan.

“Tujuannya agar tumbuh sampai maksimal dengan memakan media baru dalam setiap cawan,” tutur Slamet. Dari satu spora tadi bisa dihasilkan sekitar 200-600 bibit dalam cawan petri.

Kemudian, setiap isi cawan petri dipindahkan ke botol bekas saus yang diberi media tanam berupa biji-bijian seperti jagung untuk memperbanyak jumlah bibit. Dari satu cawan petri bisa dipindahkan menjadi 3.000 botol bibit jamur.

Selanjutnya, bibit dalam botol diturunkan ke dalam media tebar atau log yang terbuat dari campuran kotoran kuda yang sudah kering, kapur, dan merang yang dimasukkan ke dalam plastik dan dipadatkan.

Bagian ujung log disumbat dengan kapas, dan diikat dengan aluminium foil. Setelah baglog disterilkan selama tiga jam dalam suhu 121 derajat, dan didinginkan, lalu bagian ujungnya diberi satu sendok bibit bermediakan jagung tadi. “Dari satu botol bibit tadi, bisa diturunkan menjadi 20-30 baglog. Bibit akan memakan media tebar,” sebut Slamet.

Harga jual bibit berkisar Rp 5.000 – Rp 7.000 per baglog. Setiap bulan Agrocendawan memproduksi 1.000 – 2.000 baglog. Dari setiap log menurut Slamet bisa mengambil keuntungan berkisar Rp 1.200 – Rp 1.700, atau sekitar 25 persen. Setidaknya petani membutuhkan 100-120 baglog untuk membudidayakan dalam satu kumbung atau satu rumah jamur berukuran 6×4 meter. (Dupla Kartini PS/Kontan)

Entry Filed under: Business Opportunity. Tags: , , .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


New Articles

Categories

Recent Comments

ismanto on Bertani Cabai Kopay yuk!!…
noengky on Wisata Tuban – Part…
roby on Memetik Laba dari Usaha Jamur…
andry on Tertarik Membuka Bengkel …
sonny on Menanam Jabon Bagaikan Menanam…

Blogroll

click here to find out

Ingin mendapatkan Sandal Etnik? Sulam Pita Murah
Pusat Sulam Pita Murah Sulam Pita Murah
Butik Baju Sulam Pita Baju Sulam Pita
Pusat Kebaya Modern Kebaya Modern
Become a Fans Tubanstore.com Tubanstore Produk Unggulan Tuban Jawa Timur

Web hosting dan domain gratis untuk website di IdeBagus

Rumahweb penyedian Domain & Hosting Handal

Blog Stats

Find the tags

Anak Anak - anak asuransi Batik Gedog Batik Pesisiran Batik Tuban Bayi blog budidaya budidaya jamur tiram budidaya melon Cancer Demam diet Fashion Flu Info Bayi investasi jamur tiram Jawa Timur Kabupaten Tuban kalori kalsium kanker kanker leher rahim kanker serviks kaos kesehatan Makanan mencegah kanker osteoporosis otak anak peluang usaha pulsa rambut sehat rekreasi Risoles sayuran ternak lele toko online Tuban vaksin kanker serviks vegetarian wisata Wisata Tuban

Today Insipration

Mampulah untuk meninggalkan apa-ada-nya kita sekarang, untuk menjadi apa bisa-jadi-nya kita nanti. MT.

RSS News :

Archives