Sekilas Tentang Batik Tuban

May 16, 2012 at 10:58 pm 1 comment

Batik adalah ciri khas bangsa Indonesia, itulah yang diangkat oleh Bung Karno ke dunia pada tahun 1950-an. Sebenarnya batik sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, tidak ada data yang pasti tentang munculnya batik untuk pertama kalinya. Ada yang mengatakan bahwa karya seni kuno ini berasal dari Sumeria yang kemudian berkembang di Jawa Tengah setalah dibawa oleh pedagang India. Namun tetap bahwa batik adalahsalah satu budaya Indonesia yang berharga dan patut dilestarikan.

Batik di Indonesia dibagi menjadi dua yaitu batik pedalaman dan batik pesisiran. Batik pedalaman adalah batik yang berkembang di daerah pedalaman khususnya Yogyakarta dan Surakarta (Solo), batik pedalaman ini lebih dikenal dengan batik keraton atau batik klasik. Sedangkan batik pesisiran adalah batik yang berkembang di daerah pesisir pulau ( salah jenis batik pesisir yang mempunyai ciri khas adalah batik Tuban atau yang lebih di kenal dengan BATIK GEDOG ), seperti Cirebon dan Pekalongan.

Sejarah Batik Tulis Tradisonal Tuban

Tuban sebagai salah satu wilayah di bagian Timur dari pulau jawa, memiliki satu corak kebudayaan yang unik, mengapa? Karena dalam sejarah wilayah ini telah masuk 3 tata nilai kebudayaan yang saling mempengaruhi, dan sampai sekarang kebudayaan ini masih tetap eksis dan sama-sama berkembang, tanpa membuat salah satu kebudayaan ini tersingkir. Ketiga kebudayaan tersebut adalah :
1. Jawa, yang meresap saat wilayah ini dalam kekuasaan jaman Majapahit (abad XII-XIV)
2. Islam, karena diwilayah ini hidup seorang ulama yang ternama yaitu Sunan Bonang (1465-  1525 M)
3. Tiongkok(cina), karena di Tubanlah para sisa lascar tentara kubalai khan melarikan diri dari kekalahannya pada saat menyerang Jawa di awal abad XII, hingga kini masyarakat keturunan ini banyak bermukim di Tuban.
Proses interaksi ketiga kebudayaan ini berlangsung sekian lamanya hingga sekarang dan sangat mempengaruhi pola kehidupan masyarakat Tuban sampai kini.
Motif Batik Tulis Tradisional Tuban, apabila di cermati, terlihat betapa motif-motif tersebut sangat dipengaruhi nilai-nilai budaya jawa, islam, dan tiongkok. Gambar-gambar burung pada motif batik tulis Tuban jelas terlihat pengaruh dari budaya tiongkok, karena gambar burung yang dimotifkan pada batik tulis tersebut Nampak adalah burung”Hong”yang jelas tidak terdapat di wilayah Tuban.
Sedang pada motif bunga jelas terlihat adalah motif-motif tradisional yang sejak lama dibuat dihampir seluruh wilayah pulau Jawa. Sedangkan pengaruh islam pada motif batik tulis Tuban terlihat pada motif dengan nama yang religious seperti kijing miring.
Dahulu batik tulis ini hanya digunakan untuk upacara-upacara tradisional masyarakat Tuban seperti sedekah bumi, pernikahan, pemakaman.
Pada perkembangan jaman, sekarang ini penggunaan batik tulis Tuban tidak hanya untuk upacara-upacara adat, namun telah meluas pada penggunaannya seperti ; taplak meja, sarung bantal, dekorasi, hiasan dinding, model baju modist baik untuk pria dan wanita.
Dari hal-hal tersebut diatas jelaslah bahwa batik tulis tradisional Tuban yang memiliki ciri khas yang unik sangat perlu untuk dilestarikan keberadaannya apalagi potensi pengembangannya sangat prospektif.

Jenis Batik Tuban

Saat ini,  masyarakat menganggap bahwa Batik Tuban identik dengan Batik Gedog , yang notabene adalah Batik Tulis yang berkembang di daerah Kerek dan menjadi ciri khas Tuban., namun  sebenarnya, Tuban sendiri mempunyai beberapa daerah penghasil batik , dimana di setiap daerah terdapat batik dengan ciri khas masing – masing …

Hmmhhh menarik kan ? apa saja itu ? mari kita ulas secara singkat beberapa di antaranya ….

1.    Batik Gedog
Kata Gedog  yang menjadi trade mark sebenarnya berasal dari bunyi dog dog dog dog dari bunyi kain tenun untuk membuat kain yang digunakan kai, pembatikan di Tuban vertikal dan merupakan satu kesatuan (integrated). Maksudnya, bahan kain yang digunakan untuk membatik dipintal langsung dari kapas. Jadi gulungan kapas dipintal menjadi benang, lalu ditenun, dan setelah jadi selembar kain lalu dibatik.
Batik Gedog  pada awalnya merupakan kegiatan ibu desa yang menunggu suaminya pulang dari bercocok, sembari mengisi waktu ibu –ibu didaerah Kecamatan Kerek melakukan kegiatan membatik.
Berkembangnya Tuban sebagai pusat perdagangan Nusantara di Zaman Majapahit menjadikan Batik Gedog mengalami metamorfosis dalam hal Motif, karena ada sentuhan Budaya lain khususnya Cina. Motif batik Gedog  natural karena motif di pengaruhi alam sekitar, maka motif yang muncul seperti: Kijing Miring, Kembang Waluh, Uler keket, Rengganis, Blaraan, Manggaran, Uker, Liren, Panjiori, Ririnan, Kelopo Segantet,Remekan, Manuk Jalak, Irengan, Supit, Dudo Brenggola, kenongo uleren, ganggeng Motif  panji krentil, panji serong dan panji konang. panji krentil, panji serong, dan panji konang,  dahulu kala konon hanya dipakai pangeran. Batik motif panji krentil berwarna nila justru diyakini bisa menyembuhkan penyakit.
Berkembangnya Tuban sebagai  kota perdagangan yang kosmopolit waktu itu, Batik Gedog juga menjadi komoditas ekonomi yang mengiurkan, maka motif berkembang menjadi beragam,unsur Cina pun masuk dalam motif seperti burung Hong  serta warna batik Gedog  tidak hanya gelap semata tapi juga berkembang warna warna cerah, seperti merah Khas Cina.
Layaknya Batik pesisiran lainnya batik Gedog dalam soal warna dan motif tidak terpengaruh dengan pakem layaknya batik Jawa Tengahan yang wawarna sogan, indigo, hitam dan putih, dan motif di pengaruhi oleh budaya hindhu-Budha, yang bersifat simbolis,ragam hias batik Tuban Ragam hias batik Jawa Timur bersifat naturalis dan juga di pengaruhi budaya asing.

2.    Batik Karang
Batik Karang merupakan salah satu jenis varietas batik di Tuban, pusat kerajinan Batik Karang ini, sesuai namanya ada di Desa Karang , Kecamatan Semanding . Ciri khas batik warna nya yang cerah atau ngejreng. Untuk Motif dalam batik karang juga mengunakan motif natural layaknya batik Gedog Tuban, tapi dalam bati karang muncul unsur motif ikan yang tidak terdapat di Batik Gedog Tuban, ada nya unsur ikan tidak lepas posisi per
Sebaran dan perkembangan batik Karang yaitu dekat dengan pusat kota dan pesisir pantai, Batik karang juga di kategorikan batik pesisir karena mempunyai ciri khas war warni yang cerah, dan tidak tunduk pada pakem model Jawa Tengahan. Batik Karang memang secara historis belum banyak begitu tereksplore  di sebabkan mininmya referensi, serta publikasi yang kurang.

3.    Batik Palangan
Batik Palangan berkembang di Kecamatan Palang sampai paciran Lamongan, batik tersebut tidak begitu terkenal di Kabupaten Tuban, disebabkan jumlah Pembatik yang sediki sehingga produksinya tidak sebanyak batik Gedog atau Batik karang, Pembuatan batik palangan perbiji  membutuhkan waktu sekitar 2 bulan, keunggulan batik ini pada batikan yang sangat halus dan teliti, tak heran batik jenis ini menjadi buruan para kolektor dan harganya mencapai jutaan rupiah, Batik halus, teliti serta produksi yang terbatas menyebabkan batik ini merupakan batik antik yang jarang di jumpai di pasaran, mencaripun harus berburu di pelosok desa Palang bagai menncari jarum di tumpukan jerami.sejarah batik ini tidak begitu di ketahui karena tidak referensi yang mendukungnya.

Oh ya … dari percakapan dengan salah satu Bapak dari Dinas Indagkop beberapa waktu lalu, ternyata untuk Batik Palangan ini sudah dikembangkan batik tulis katun dengan pewarnaan alami lho … nahh, bangga bukan ? selain bagus dipakai juga ramah lingkungan. Dan metode ini juga sedang dikembangkan di sentra Batik di Kerek … hmmhh makin bangga ya dengan Batik Tuban :) :)

Nah … menarik banget kan membaca dan menambah pengetahuan tentang Batik Tuban ? sudah saat nya anak muda Indonesia, khususnya Tuban lebih tahu tentang khasanah budaya negeri kita sendiri dan juga melestarikan nya , karena kalau bukan kita … siapa lagi ? :D .. jangan sampai saat Batik Tuban nanti di akui sebagai karya seni negeri lain, kita baru teriak – teriak kebakaran jenggot … bakalan agak sedikit terlambat kalau begitu … hehehe

                                                                                                                                                                                                               Taken fr : dari berbagai sumber

About these ads

Entry filed under: Around Tuban, Fashion. Tags: , , , , , , .

Kebiasaan Minum yang Bikin Kulit Sehat Tips Mengelola Risiko Investasi

1 Comment Add your own

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories

Recent Posts

Visit TheAngel’s New Home

theangel.info

Today Insipration

If you train hard, you'll not only be hard, you'll be hard to beat ~ Herschel Walker ~

Blog Stats

  • 349,378 hits

RSS News :


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 5,373 other followers

%d bloggers like this: