Atur Risiko, Hidup Lebih Tenang !!!

March 6, 2013 at 2:23 pm Leave a comment

HidupTenteramBerpayungAsuransi-Edisi Oktober 2010Semua orang, baik kaya maupun miskin, menghadapi dua risiko yang sama dalam kehidupan ini, yakni sakit dan mati. Seseorang boleh saja memiliki gaji ratusan juta rupiah saban bulan. Tapi, ketika sakit datang, ia tak bisa mengelak. Gaji dan kekayaannya juga belum tentu cukup membiayai pengobatannya.

Urusan kapan ajal menjemput kita lebih misterius lagi. Satu jam lagi, sehari lagi, satu pekan dari sekarang, atau mungkin lima puluh tahun mendatang? Wallahualam, hanya Tuhan yang tahu.

Masalahnya, ketika benar-benar datang, risiko sakit dan meninggal itu akan mengganggu perencanaan keuangan kita sebagai individu atau keluarga. Anda pasti sudah banyak mendengar kisah bagaimana sebuah keluarga yang dahulu kaya jatuh miskin karena harus membiayai anggota keluarga yang sakit kronis.

Kematian seseorang yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga juga bisa berakhir dengan ujung yang sama. Kepergiannya bisa mengancam masa depan pendidikan sang buah hati. Bahkan, alih-alih membayar biaya kuliah anak, mungkin, keluarga yang ditinggalkan akan kesulitan memenuhi kebutuhan papan, sandang, dan papan sehari-hari. Persoalan kian rumit jika keluarga itu juga menanggung utang.

Tidak hanya masalah risiko sakit dan meninggal, risiko kecelakaan pun juga mengancam bagi mereka yang tinggal di kota Jakarta yang super macet, bahkan terakhir penelitian dilakukan di Jakarta setiap 1 jam terjadi 3 kecelakaan, itu baru kecelakaan yang berada di jalanan, risiko kecelakaan di dalam rumah pun juga bisa terjadi, entah jatuh pas naik tangga ataupun jatuh di kamar mandi.

Sebagai manusia diberi panjang umur oleh Tuhan, pastinya mengucap syukur, tapi dibalik itu juga ada sebuah risiko, karena ada biaya hidup yang harus ditanggung. Rata-rata orang bekerja usia pensiun adalah 55 tahun, nahhh apabila diberi umur panjang sampai usia 70 tahun, berarti ada masa 20 tahun orang itu menanggung biaya hidup, sedangkan pada masa itu sudah tidak punya income, pertanyaannya apakah harus hidup mengandalkan anak ? kalau ada 2 pilihan, hidup mengandalkan anak atau hidup mandiri, pastinya semua para orang tua akan memilih hidup mandiri tanpa merepotkan rumah tangga anak.

Jangan keburu paranoid! Semua risiko bisa kita hadapi jika kita mau mengantisipasinya sejak dini. Untuk mengantisipasi dua risiko utama dalam hidup tadi, para perencana keuangan menyarankan, setiap keluarga menyiapkan proteksi berupa asuransi. Ini syarat mutlak sebelum kita menyusun rencana keuangan yang lain.

Setiap keluarga minimal harus memiliki asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Asuransi kesehatan akan melindungi ekonomi keluarga ketika ada anggota keluarga yang masuk rumah sakit. Sementara, asuransi jiwa bagi penyumbang utama pendapatan keluarga akan menjamin keluarga tetap survive ketika ia meninggal.

Tentu saja, kita tidak bisa asal mencomot produk asuransi. Nilai pertanggungan asuransi yang dibutuhkan oleh setiap keluarga berbeda-beda, baik itu jiwa, kesehatan dan dana pensiun untuk hari tua.

 

 

Entry filed under: Asuransi, Financial & Investment. Tags: , , , , , .

Apa sih, financial freedom? Orang yang Tidur Larut Malam dan Bangun Siang Lebih Sukses Karirnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


.

Belajar Membuat Video Kartun Yuk…

FIND YOUR STYLE HERE !!

Dapatkan Tubuh Baru Dalam 20 HARI !!!

Tingkatkan Proforma Pasutri Dengan Cara Aman

Categories

Blog Stats

  • 425,933 hits

Quote Of The Day

The Right Ones

Maksimalkan Gaya Kerenmu


%d bloggers like this: