Budidaya Lele Bersistem Bioflok Hasilnya 10 Kali Lipat

September 4, 2016 at 5:27 pm Leave a comment

Budidaya Lele Bersistem Bioflok Hasilnya 10 Kali Lipat

Budidaya Lele Bersistem Bioflok Hasilnya 10 Kali Lipat

Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan mendukung pembudidayaan ikan lele menggunakan sistem bioflok. Sistem ini dinilai jauh lebih menguntungkan karena dapat menghasilkan lele hingga 10 kali lipat dari budidaya biasa.

“Jika di kolam biasa satu meter kubik bisa dimuati 60 ekor lele, maka di kolam bioflok yang sama bisa berisi 600 lele,” kata Kepala Bidang Pelayanan Teknis Sosial Ekonomi Litbang Kementerian Kelautan dan Perikanan Catur Pramono Adi di sela Bimbingan Teknis Teknologi Adaptif Kelautan dan Perikanan di Subang, Jabar, Senin (23/11).

Catur Pramono Adi menuturkan pada sistem bioflok tidak diperlukan lahan kolam yang luas untuk budidaya lele. Cukup kolam buatan menggunakan bahan terpal dengan rangka bambu atau besi. Namun, dengan kualitas air yang ditingkatkan menggunakan mesin airator yang memasok sirkulasi oksigen dalam kolam.

Budidaya ikan lele sistem bioflok dilakukan dengan menumbuhkan mikroorganisme yang berfungsi mengolah limbah budidaya itu sendiri menjadi gumpalan-gumpalan kecil (floc) yang justru bermanfaat sebagai makanan alami ikan.

Pertumbuhan mikroorganisme dipicu dengan cara memberikan kultur bakteri nonpathogen (probiotik) berupa minyak dari tepung ikan yang difermentasi dan molase (tetes tebu) ke dalam kolam, ujarnya.

“Setelah beberapa hari dan muncul jentik-jentik mikroorganisme baru ditebarlah benih ikan lele ukuran sekitar 7-10 cm. Jika keasaman kolam meningkat dinetralisir dengan garam dan kapur karena pada sistem ini air yang berkualitas diutamakan,” kata Catur.

Dalam waktu 45 hari, lele yang sudah berbobot enam-sembilan ekor per kg tersebut siap panen, tambahnya.

Sistem bioflok yang diperkenalkan oleh Suprapto ini, lanjut dia, mampu mendongkrak produktivitas karena dalam kolam yang sempit dan waktu yang relatif singkat dapat diproduksi ikan lele yang berlipat kali lebih banyak, sehingga biaya produksi berkurang dibandingkan dengan budidaya secara konvensional.

“Panen lele dengan sistem ini melimpah, kolam yang kecil saja bisa berisi lele siap konsumsi yang bertumpang tindih seperti cendol. Bila harga lele Rp 18-20 ribu per kg pembudidaya lele untung besar,” katanya.

sumber : republika.co.id

Baca juga : Menembus Ekspor Dengan Abon Lele

Advertisements

Entry filed under: Business Opportunity. Tags: , .

Asal Usul Batik Betawi Gara-Gara Jokowi Jaket Bomber Zara Ludes Di Pasaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Follow IG : loker.linkedin

@langsingtanpapusing (Follow IG)

FREE E-Book Digital Marketing

Tas Anello – Best Seller

Info Seminar Marketing Online – Click Here !!

ORIGINAL HANDMADE !!

BISNIS ONLINE INTERNET

memiliki bisnis internet sendiri dari rumah

Categories

Blog Stats

  • 454,750 hits

Quote Of The Day

The Right Ones

%d bloggers like this: