Wisata Tuban – Part 2
September 24, 2008
Jika di post sebelumnya, sudah di bahas soal objek-objek wisata yang ada di Tuban, mulai dari Terminal Terapung, Pemakaman Sunan Bonang, Goa-goa yang ada di Tuban, Air Terjun Nglirip dan juga Batik Tuban yang cantik, yaitu Batik Gedog, sekarang kita akan coba untuk menggali lebih dalam tentang kuliner yang ada di Kota Tuban.
Dan karena Tuban adalah kota pesisir, maka seperti lazimnya kota pesisiran ada 2 ciri khas tentang makanannya, yaitu seafood dan rasa pedas yang menggigit. Jika anda adalah seorang pecinta seafood, maka sangat tidak salah jika anda berwisata kuliner di Kota Tuban. Mulai dari warung kaki lima hingga hotel berbintang, seafood pasti banyak dijumpai.
Mulai sore hari hingga malam, di sepanjang Jalan RE. Martadinata ( depan klenteng kwan sing bio ) anda bisa mencicipi aneka jenis seafood di tenda-tenda kaki lima, menu-menu yang tersedia ikan, cumi, udang, kepiting/rajungan yang diolah dengan di goreng atau dibakar, ikan - ikan yang disediakan benar-benar segar karena masih hidup sebelum dimasak lalu disajikan dengan sambal terasi khas Tuban … dipastikan lidah anda akan bergoyang. Harga yang di tawarkan mulai Rp. 5,000 – 20,000 / porsi.
Masih di Jalan RE. Martadinata, di sebelah timur klenteng anda bisa menjumpai Sate Kambing ” Haji Sapuan “. Menu yang tersedia Sate Kambing , Sate Ati dan Gulai Kambing. Sate Kambing disini terkenal paling enak, empuk dan gurih karena memang kambing yang dibuat memang kambing pilihan, dengan pelengkap sambal kecap. Gulai kambingnya juga ajib, dagingnya empuk. Harganya mulai Rp. 10,000.
Jika anda kebetulan sedang lapar pas tengah malam atau sedang melintasi Kota Tuban pas malam hari, jangan kuatir … anda bisa berkunjung ke area pantai Boom ( depan aloon2 Tuban ). Di area ini, terdapat banyak warung-warung kaki lima, yang berjualan hingga jam 4 pagi. Menu yang di tawarkan beraneka macam, mulai dari gorengan, nasi pecel, nasi cumi ( di Tuban, cumi biasanya dimasak tanpa membuang tintanya, biasanya Cumi dimasak dengan bumbu lodeh , rasanya sangat nikmat ), lalu ada juga rawon, soto, aneka ikan goreng dan Mangut Pe / ikan pari khas Tuban yang rasa pedasnya sangat menggigit. Harganya juga harga damai, mulai dari Rp. 2,500 /porsi.
Lalu, anda juga boleh mencoba Kare Rajungan , yang ada di Jl. Manunggal, di depan SMA Negeri 3. Rajungan disini sangat terkenal lezatnya dan juga pedasnya yang dasyat, warung ini buka mulai jam 10 pagi sampai sore hari. Menu lainnya adalah Mangut Ikan Tongkol dan Pe, Pindang Srani dan juga ada sate kambing.
Bila anda menyukai Belut dan Kodok, anda bisa mencoba masakan Belut dan Kodok, yang dimasak dengan bumbu lengkap di warung yang sudah cukup terkenal di Tuban yaitu Warung ” Bagong “, yang ada di Ds. Prunggahan, sekitar 3 km ke arah selatan pasar Baru Tuban. Harga per porsi Rp. 7,000, dan lebih nendang jika dimakan bareng nasi jagung plus minum es legen ( air nira ).Jika anda ingin mencicipi masakan kodok yang bercita rasa oriental, coba saja Swike ( kodok yang dimasak dengan bumbu tauco kha), rasanya yang asam manis, dipadu dengan sambal cabe rawit dan perasan air jeruk nipis ..pas banget di makan pas siang hari. Masakan ini bisa anda temui di sebuah warung sederhana di Jl. H ahmad Dahlan.
Untuk anda yang tidak terlalu suka pedas, ada beberapa makanan yang bisa anda pilih, yang dijamin juga tak kalah lezatnya. Anda boleh mencoba Mie pangsit, yang ada di Jl. Basuki Rakhmat ( depan Gereja GKJ ) atau yang ada di Jl. Slamet Riyadi , keduanya sama enaknya, harga per porsi Rp. 10,000. Mie nya dibuat sendiri , lalu pangsitnya anda bisa memilih pangsit basah atau goreng, dengan isian daging ayam yang di potong kecil-kecil. Untuk pecinta Bakso, anda boleh mencoba bakso “PKPN”, di Jl. Basuki Rakhmat, di belakang pertokoan IKPN, harga per porsi Rp. 5,000, terkenal dengan bakso isi telur puyuhnya dan kuahnya yang bening tapi sangat lezat. Atau anda bisa juga mencicipi Bakso “Fitness”, di Jl. Agus Salim, tepat di sebelah Fitness Centre Tuban. Harga /porsinya Rp. 6,000, dan bisa memilih aneka jenis bakso-nya.
Lalu, anda juga bisa mencicipi ayam panggang yang sangat ajib … ayam panggang ” Tirto Moyo “. Ti
rto Moyo ini ada 2 cabang, yang pertama, ada di lokasi pemandian Bekti Harjo, yang kedua ada di Jl. Pahlawan ( depan SPBU Jl. Pahlawan ). Harga per ekornya, Rp. 45,000, sudah termasuk urap-urapan ( sayuran2 yang di rebus dengan sambal kelapa ) dan juga nasinya. Jika anda penggemar ayam goreng atau soto ayam, perlu mencoba makan di ” Waru ng Soto Sleko “, letaknya pas di bundaran seleko, yang buka mulai jam 5 sore, keistimewaan ayam goreng adalah pemakaian ayam kampung sebagi bahan utamanya, lalu sambal terasinya … sungguh menggugah selera makan.
Untuk Nasi Pecel, anda bisa mencicipi nasi pecel ” Madiun “, di Jl. Pemuda. Bukanya mulai jam 6 pagi sampai sekitar jam 1 siang. Disini, lauk yang menemani sambal pecel nya lengkap, ada tempe goreng, orek tempe, rendang daging, serundeng dan peyek kacang. Harga Rp. 6,000/porsi.
Sekitar 10 km ke arah barat kota Tuban, yaitu di Jl. Raya Merak Urak, anda bisa mencoba Becek Menthog ( menthog yang semacam itik, di masak serupa opor dengan santan yang agak bening ), dan juga Sate Menthog.
Entry Filed under: Around Tuban, Food and Beverages, General. Tags: Batik Gedog, Batik Tuban, Kabupaten Tuban, Kuliner, Sea Food, Tuban, wisata.
29 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed










1.
Frig | September 26, 2008 at 12:27 am
kalo ke Tuban, pasti pepes belutnya yg gw kejar, emank bener-bener “mak nyusss”… coba si pepes belut ini ada di Jakarta??? pasti dijamin, menjadi favoritku nomor 1 plus minum es legen… wahhh jadi laper nehhh,…
Mba, bisa pesen semua wisata kuliner Tuban ga? lagian itu semua gw suka,… he3x…
kalo ga bisa, gw pokoknya mesti pindah Tuban nehhh… wussss… tapi kapan ya? hiksss…
2.
kmelina | September 26, 2008 at 10:41 am
Hehehehehe … pepes belut emang makyusss Mas.
Udah ga sabar pengen pindah ke daerah ya ???
Kalo mau mencicipi masakan khas Tuban, coba pergi ke sini :
Rumah Makan Ronggolawe
Jl. Bintaro Utama 3A Ruko Victorian Blok C No 2
(Samping Sekolah Pembangunan Jaya), Bintaro
Telp: 021-7340416
emang ga ada menu pepes belut, tapi ada becek & sate menthog, juga tersedia es legen
selamat berburu kuliner Tuban
3.
bambang asli tuban | October 11, 2008 at 7:25 pm
Rumah makan Ronggolawe yang di Bintaro kok menurut saia beda sama masakan di rumah ya?
Becek-e kurang kentel bumbunya, terlalu encer.
Iwak pe (ikan pari)-nya kalo di rumah itu bisa kerasa banget bumbunya, ikan pari asap kayanya. Pedesnya tahan lama di mulut.
Sayur asemya kok kuning???? Sejauh saya keliling Tuban dari ruang makan satu teman ke teman lain, dari warung satu ke warung lain, sayur asemnya gak kuning, kuahnya bening, ga ada manisnya (asem tenan).
4.
kmelina | October 12, 2008 at 9:53 am
Gitu ya Mas ???
yach, yang paling mantep rasa masakan Tuban, ya yang pasti cuma di Tuban aja, tapi paling tidak bisa mengobati rasa kangen kita akan masakan Tuban
Kalo Mas Bambang punya info tentang tempat makan yang menyajikan masakan Tuban di Jakarta, boleh di share lho mas …
biar semua “hunter” kuliner Tuban bisa ikut ngerasain.
5.
kmelina | October 21, 2008 at 10:16 am
Apabila Mas Wildan ingin lebih detail sejarah Tuban bisa coba kunjungi http://www.tubanstore.com or fportfolio.petra.ac.id/user_files/81-005/Tuban.pdf
dan apabila ingin mengetahui semua tempat wisata Tuban bisa kunjungi http://www.eastjava.com/tourism/tuban/
semoga bermanfaat…
6.
fahmi | November 6, 2008 at 10:24 am
ada tambahan bro.. Kodok masak kuah.. kayak disemur gitu loh, Rumah makan KAHAR,dulu ada papan namanya,tp skrg ilang entah kemana,dan sudah buka cabang di surabaya… letaknya didepan polsek Kingking,klo dari klenteng ke arah alun2.. ada ditengah2nya… klo nanya gak ada yg tahu,tanya alamat praktek dr H.Arianto dokter kandungan ada dijalan yg sama… rasanya maknyussss…. uenak… buka jam 10- abis,tp jgn sore2 bro,ntar habis.. langganan org luar kota.. thanks eh ngomong2 angel tahu gak? hehehe..
7.
kmelina | November 6, 2008 at 9:40 pm
Wah , betul Mas Fahmi … sip tenan !!! terkenalnya orang nyebut swike kan ? kodoknya emang mirip semur, bumbunya bawang , jahe de el el, yang bikin maknyuss terutama tauco-nya
yo udah pasti aku tahu lah Mas … aku ini kan cah Tuban asli
cuman baru tahu kalo sekarang buka cabang di Surabaya juga.
Kalo di Surabaya, dimana ya tepatnya ?
8. Berpikir Merdeka | November 13, 2008 at 10:55 pm
Pesona kuliner rakyat jelata di Tuban……
Tuban, sebuah kota kecil di pinggiran Jawa Timur menyimpan berbagai warisan pusaka kuliner yang layak untuk dibanggakan. Sebagai panitia lomba, saya harus bisa memberikan suri tauladan yang baik bagi ummat. Suri tauladan tentang wisata kuliner rakyat j…
9.
kyai slamet | November 13, 2008 at 10:57 pm
warung bagong tegalagung, becek menthok sor sawo karang, warung gampang nambangan pancen maknyusss tenan….
10.
panjul | February 12, 2009 at 10:06 am
di samping sate sapuan ada kafe lo……..!namanya CSH(
11.
Darsono | March 15, 2009 at 9:10 pm
tuban patut bangga krn punya mbak angel yg masih peduli dgn tanah kelahiranya,bu haeny…mana apresiasinya untuk si angel? Btw..aku yo wong tuban asli yg skrg lagi ngemboro nang bone sulsel lho mbak..kenalan dong..sapa tau kita tetangga an??
12.
kmelina | March 16, 2009 at 7:38 pm
hehehehe, jadi tersanjung neh Mas …
tapi kalo bukan orang tuban yang ngenalin kotanya sendiri, lalu siapa lagi ? betul toh ? Semoga pemerintahan bu haeny punya program yang dapat lebih mengangkat Tuban tercinta dan masyarakatnya, biar lebih sejahatera … amin
boleh mas, kenalan … email saja mas
13.
Darsono | March 17, 2009 at 3:30 pm
Waaah…mksh banget ya..tapi sayangnya pas mau buka emailku,komputer lagi ngadat..-:( ..maklum pake p2,jadi ya gitu deh-:)),terpaksa browsing pake hp lg..cape deh..tp aku dah ketemu tetanggaku…he he he…
14.
kmelina | March 18, 2009 at 8:08 pm
Aduh … kasian, berarti ga kerja dunk kalo komputer ngadat
15.
Pasa Firaya, ST | April 8, 2009 at 10:50 pm
Berkunjung dan baca infonya, sukses ya dan I Like Relationship.
16.
aliridwan | May 2, 2009 at 6:59 pm
becek yang paling enak pake daun jati…lumayan dibintaro ada becek mentok..kanggo tombo kangen
17.
Me | May 7, 2009 at 8:35 pm
wach Q yg Tuban tulen g tau menu2 itu…yg Q teu cm rajungan+cumi2 buatan mami tercinta…tapi makasi infonya ntar bisa d coba….
18.
darma | May 18, 2009 at 2:32 pm
wah2 mbak ini pinter BGt Ya,, ditanya apa aja bisa soal Tbn,, oq wng Tbn ga bgtu tau pp tentang makanan tbn..
;)
nie ada pertnyaan bWt Mbak,, klo bs Jwb berarti mbk emang hebat??
duluan mana Siwalan ama Tuaknya ya cb mbk jwb ya, hehehe
19.
kmelina | May 18, 2009 at 8:09 pm
Darma, …
Darma orang asli Tuban masak ga begitu tau tentang kotanya sendiri sich?… kalo gitu, sekarang dah tau duonk,… apa saja isi dikotanya, nah sekarang Darma coba jalan-jalan sambil berwisata kuliner,… pasti seru,… truz sharing di blog Wisata Tuban… tak tunggu loch,…
Siwalan ama Tuak duluan mana?… ya pasti duluan Siwalan lahhh,… itu nulisnya aja duluan siwalan, ditambah lagi, Tuak itu emank asalnya dari Pohon Siwalan khan?
20.
fatin | May 20, 2009 at 1:00 pm
wah lengkap bgt infonya Q yG oRG asli tuban AE kg tau sampe se gtc’x kG pernah jajan diluar cE
21.
noengky | July 15, 2009 at 1:32 pm
itu cuman info sekitar tuban kota, nun jauh disana di pedalaman ada juga makanan tradisional seperti jadah tetel Pakah Plumpang, jumberg Ngepon dan tape ketan Tawaran Kec jatirogo
22.
kmelina | July 15, 2009 at 8:09 pm
mas / mba’ noengky …
kalo ada info di mana tepatnya kita bisa beli makanan2 traditional itu, .. ayo dunk di share
23.
ANDIK I.H | August 7, 2009 at 2:12 pm
Salam toek tmen-tmen tuban smua terutama alumnus SMUN 1 Tuban 96…….,meski sejak lulus sma aku merantau di semarang,tapi masalah masakan tuban gak ada duanya…..mak nyusss smua…dari seafood sampai tuak,dan xu salut ma pemda tuban, pembangunan kota sampai pelosok desa sungguh signifikan……poko’e TUBAN SEMARAK deh……..
24.
lily | August 7, 2009 at 11:05 pm
woooooouw sip!!deh pokokke,makin bangga ja ku jadi org TUBAN.mkasih mbk yaaa ats infonya,slm dr negri sebrang,moga TUBAN makin okey,n makin di kenal olh masyarakat luas..
25.
lily | August 7, 2009 at 11:10 pm
wah,klu jln2 ke tuban bisa cari mbk angel tuk jadi pemandunnya nih,cihuuuuuuuuuui
26.
eddy | September 20, 2009 at 2:59 pm
wah wah… jadi kangen ma kampung halaman nih,
mbak masih kurang satu lagi nih, sayur asem klenthang yang pedes… wuih… ditambah ikan panggang.. bukan main,, adane cuman dituban… yang laen2 kalah..i love tuban
27.
kmelina | October 9, 2009 at 9:46 am
Sayur Asem Klenthang…. wuiiihhhh… maknyusss tenan iku… Wahhh… kpn ya bisa ngundang Pak Bondan Winarno untuk ngerasain kuliner Tuban???
28.
bonivanata | October 10, 2009 at 3:20 pm
wah jadi ngiler soal makanan.apalagi lihat mbaknya yg caem.selamat &sukses aja
29.
noengky | November 20, 2009 at 9:23 am
Depot Bagong Prunggahan, apa buka cababg di Surabaya ? klo ada dimana