Bertani Cabai Kopay yuk!!!…

November 1, 2008

Sebuah kebetulan ketika Syahrul Yondri (43) menemukan cabai merah keriting yang panjangnya sampai 35 sentimeter tahun 2005. Sebagai petani yang gemar meneliti, dia sesungguhnya tengah bereksperimen untuk menemukan cara mengatasi virus kuning.Dorongan untuk mendapatkan cara mengatasi virus kuning berawal ketika Yon, panggilan Syahrul Yondri, gagal panen sampai tiga kali. Setelah mengalami kerugian Rp 20 juta akibat virus kuning, petani cabai di Kelurahan Koto Panjang Lampasi, Kecamatan Payakumbuh Utara, Sumatera Barat, ini menghabiskan waktu lima tahun bereksperimen untuk mendapatkan cara menanggulangi virus yang mematikan tanaman cabai itu.

Dari sejarah, Yon menemukan petunjuk model penanaman zaman nenek moyang. Petani zaman dulu menanam cabai di lahan yang dikelilingi kolam karena tanaman menjadi lebih kuat menghadapi penyakit. Yon pernah mencoba cara itu, dan memang ada peningkatan ketahanan tanaman.

”Prinsipnya, virus itu tak tahan terkena panas yang kuat. Biasanya, virus bersembunyi di bagian bawah daun. Air berfungsi memantulkan cahaya sehingga panas matahari memantul dan mengenai bagian bawah daun,” kata Yon yang juga menjadi Ketua Kelompok Tani Tunas Baru.

Akan tetapi, dia belum puas dengan hasil itu. Dicobanya memakai cermin yang diletakkan di tanah, tepat di bawah tanaman. Hasilnya bukan saja menghambat perilaku mematikan virus itu, tetapi juga membuat proses pemasakan tanaman lebih baik. Dari sinilah Yon memanen buah cabai yang lebih panjang dibandingkan cabai pada umumnya.

Perkembangan selanjutnya, fungsi kaca diganti plastik mulsa yang diberi cat perak. Dengan demikian, pemantulan cahaya tetap terjadi sehingga virus yang biasa tinggal di bagian bawah daun terbunuh pula.

Dari sisi perawatan tanaman, petani juga tak repot mengurus karena tanaman cabai kopay juga lebih tahan terhadap serangan virus kuning.

”Memang daun tanaman masih tetap kuning, tetapi tanaman tetap berbuah dan buahnya masih tetap baik,” tutur Yon yang akan melakukan serangkaian penelitian lanjutan untuk melemahkan serangan virus agar daun tanaman tidak menguning.

Buah terpanjang

Ketika pertama kali memperoleh buah cabai yang berukuran lebih panjang, dia lalu berpikir untuk melakukan penyempurnaan buah. Dari panen pertama dipilihnya buah terpanjang untuk dikembangbiakkan lagi.

Pada panen kedua, dia juga kembali memilih satu buah cabai yang paling unggul. Biji buah disemaikan lagi sehingga menghasilkan buah dengan kualitas yang semakin baik. Panjang cabai berkisar 30-33 sentimeter, bahkan pernah mencapai 40 cm. Padahal, cabai biasa rata-rata hanya 20 cm.

Sejumlah 20 petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Tunas Muda dan puluhan petani lain di Koto Panjang Lampasi juga senang menanam cabai ini. Itu bukan semata-mata karena ukurannya yang lebih besar dibandingkan cabai biasa atau karena pohon cabai bisa setinggi satu meter, tetapi karena hasil panen yang lebih banyak.

Setiap batang cabai kopay mampu menghasilkan sekitar 1,4 kilogram per masa tanam, sedangkan tanaman cabai pada umumnya memproduksi enam ons saja. Pada usia 90 hari, petani mulai memanen cabai untuk pertama kali.

Petani juga gembira karena harga jual cabai kopay jauh di atas rata-rata. Ketika harga cabai di Sumatera Barat berkisar Rp 14.000 per kg, cabai kopay sudah menembus Rp 22.000. Harga termurah cabai kopay Rp 15.000 per kg, tetapi itu terjadi sekali saja dan bertahan hanya seminggu. Umumnya harga cabai kopay berkisar Rp 20.000 per kg.

Meski harga cabai kopay tinggi, rasa cabai yang pedas tetapi tidak melilit dan lebih awet dibandingkan dengan cabai biasa ini membuat cabai kopay diperdagangkan sampai ke Provinsi Riau.

Sayangnya, permintaan mengirim dua ton cabai per hari untuk seorang pedagang saja belum sanggup dipenuhi petani di Koto Panjang Lampasi. Sebab, produksi petani baru mencapai dua ton per minggu.

Begitu menggiurkannya prospek menanam cabai kopay, sampai-sampai pemuda di sekitar tempat tinggal Yon pun mulai ikut bertanam cabai.

”Para pemuda itu dulu hanya duduk-duduk di kedai kopi saja karena mereka tak punya pekerjaan. Tapi begitu melihat prospek cabai kopay, mereka mulai menggarap lahan milik keluarga atau menyewa lahan,” ucap Yon yang telah membeli tanah, rumah, dan mobil dari hasil menjual cabai.

Tak mau terkenal

Sebagai pencinta tanaman cabai, Yon masih menyimpan sejumlah pekerjaan rumah, seperti meneliti cara pertanian organik yang sepenuhnya bebas dari produk pabrik. Yon sadar bahwa menemukan cara untuk meningkatkan kesejahteraan petani tak bisa digantungkan pada orang lain. Petanilah yang paling mengerti kondisi dunia pertanian.

”Penyuluh lapangan itu pun belum tentu pernah menanam cabai. Teori juga belum tentu bisa diterapkan di lapangan,” kata Yon.

Dia pun tak risau ketika Wali Kota Payakumbuh Josrizal memberikan nama kopay untuk cabai tersebut, bukan nama Yon sebagai penemunya. Kopay merupakan akronim dari ”Kota Payakumbuh-Yon”.

”Ah, biarlah nama itu, yang penting saya tetap bisa mencari cara agar pertanian ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” ucapnya.

Cabai kopay yang menjadi kebanggaan Kota Payakumbuh tengah dalam proses sertifikasi, agar produk ini tidak diklaim oleh pihak lain. Yon sebenarnya ingin agar cabai kopay bisa ditanam di banyak daerah, sejauh itu dapat menambah penghasilan petani.

Di tengah keberhasilan yang dipetiknya, Yon tetap sederhana. Sehari-hari dia suka mengenakan kaus dan bersandal jepit. Dia bahkan merasa risi ketika namanya mulai dikenal sehingga banyak tamu yang datang ke kampungnya.

”Kalau banyak tamu, waktu saya untuk bereksperimen makin terbatas. Kapan bisa menyelesaikan pekerjaan rumah, ha-ha-ha…,” kata Yon yang memutuskan tidak punya telepon seluler ini.

Alumnus SPG, Berjaya di Ladang

Menjadi petani cabai adalah profesi kesekian yang dilakoni tamatan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Negeri Payakumbuh ini. Setelah mengajar selama sebulan di SD Negeri Koto Nan Gadang, suami Yulismar itu menjadi montir alat elektronik sekitar enam tahun.

Setelah itu, pria kelahiran Payakumbuh, 30 Juli 1965, ini beralih menjadi tukang bangunan seperti yang dilakukan ayahnya.

Setelah sembilan tahun menjadi tukang, ayah dari Siska Sri Indah Mulia itu mencoba bertanam. Ketika itu, seorang kawan menganjurkan Yon menanam cabai sebab komoditas ini menjanjikan hasil ketimbang menanam padi.

Awalnya Yon mencoba di lahan 1.000 meter persegi yang disewanya seharga Rp 150.000 per masa tanam cabai. Ia mulai menjadi petani. Masa itu, selain bertani, dia juga masih menerima tawaran bekerja sebagai buruh bangunan.

Lama kelamaan, Yon lebih tertarik kepada tanaman yang memberinya pendapatan sekaligus tantangan itu. Penelitian cara memberantas virus kuning menjadi salah satu wujud kecintaannya kepada dunia pertanian. (ART)

[taken from kompas.com]

Panduan Lengkap Budi Daya & Bisnis Cabe

Panduan Lengkap Budi Daya & Bisnis Cabe

Buku ini memberi gambaran yang gambling mengenai prospek budi daya cabai dan permasalahannya, termasuk risiko-risiko di dalamnya. for details …

Entry Filed under: Business Opportunity. Tags: , , .

11 Comments Add your own

  • 1. Aminanta Suprobo  |  January 16, 2009 at 5:05 pm

    Bapak Syahrul Yondri,
    saya bermaksud menanam cabai bapak,
    mohon untuk berkenan mengirimkan informasinya.
    Terima kasih.
    Aminanta Suprobo
    0817196868

  • 2. Erick  |  February 4, 2009 at 10:03 pm

    Di mana ya bisa mendapatkan bibit cabe kopay?
    Karena saya berminat untuk mengembangkannya.
    Saya juga seorang petani.
    Tolong informasinya bagi yang mengetahui.
    Erick, 08993983524
    erx_sacer@yahoo.com
    Terima Kasih banyak sebelumnya.

  • 3. ponco  |  March 17, 2009 at 1:21 pm

    akhirnya…….
    petani kita bisa bangga dengan adanya cabai kopay tsb..
    dan jika cabay kopay bisa ditanam diseluruh pulau di indonesia alangkah lebih baik.
    dan apakah sudah ada penjualan benih untuk komodity cabai kopay tsb….?
    karena prospek bertanam cabai kopay sangat menguntungkan dan bisa menaikkan penghasilan para tani………

    demikian-salam
    ponco
    081256115162

  • 4. jak  |  May 11, 2009 at 9:35 pm

    aq tertarik neeh cuma benih nya di dapet dimana harganya dan klo di tanem di daerah dingin bagus nggak ,……………….tolong iunformasinya cabe kopay tersebut ke email aldi_jalu@yahoo.co.id ato di no hp 081321672271 ok ti tunggu yach

  • 5. Dadang  |  May 23, 2009 at 9:13 pm

    Yang terhormat Pak Yondri

    Saya sangat tertarik membaca artikel bapak dan hasil cabai yang bapak kembangkan, mohon infonya dimana dapat memperoleh benih cabe kopay. kebetulan saya sudah satu tahun ini bertani cabai kriting, didaerah sukabumi-jabar
    salam,
    Dadang.erdanegara@yahoo.com

  • 6. badharson  |  July 11, 2009 at 7:52 pm

    Pak Yon,
    Bagaimana sy dpt bibit cabai kopay dan mohon bimbingannya utk menanam nya.
    Krn sy sdh lama berkeinginan utk bertani cabai. Dan sy mempunyai lahan 3000m2 ini bisa utk brp batang
    Sy mohon sgr di berikan petunjuk/bimbingannya.
    Sebelumnya sy ucapkan banyak terimakasih.
    Hormat sy
    Ade badharson

  • 7. Abdul  |  July 31, 2009 at 6:38 pm

    Dimana bisa mendapatkan bibit cabe kopay?
    Karena saya berminat untuk mengembangkannya.
    Tolong informasinya bagi yang mengetahui.
    Abdul
    abdul_rahim_t@yahoo.co.id
    Terima Kasih banyak sebelumnya.

  • 8. dinillah safitri  |  August 24, 2009 at 3:50 pm

    sore pak yon..sebelumnya sedikit perkenalan pak…
    saya dini mhasiswa biologi Unand tertarik utk meneliti cabe kopay bpk…
    dmana bisa sya dptkan bibit cabe kopaynya pak..?dan sya mohon bimbinganya pak dalam bertanam cabe kopay…trus soal virus kuning yang bpak bicarakan apakah sudah ditemukan penyebab dan pencegahannya pak??

    saya sgt butuh informasi dan bantuan dari bapak, diusahakan penelitian saya dalam waktu dekat ini pak??terimakasih sebelumnya pak..
    Dini BIO UNAND

  • 9. dinillah safitri  |  August 24, 2009 at 3:53 pm

    oy pak ini email saya pak…

    dhie2_skyee@yahoo.com
    ataw kmn bisa sya hubgi bpak…mkasih pak

  • 10. Haidir  |  August 30, 2009 at 1:54 pm

    Yang terhormat Pak Yon,
    di tempat.
    Saya berada d daerah Pantura ingin menekuni dunia pertanian cabe, dgn membca pengalaman dan kesuksesan Bapak Yon, kami mhon bimbngan dan metode yg unggul untk cabe tsbt. Di mana saya bisa mendapatkan Bibit Kopay dan cara budi dayanya. Terimakasih.
    Hormat saya,
    haidir
    email: fs.intana@gmail.com

  • 11. adi  |  October 23, 2009 at 3:15 pm

    pak tolong informasi diman saya bisa mendapatkat bibit cabai kopay?????

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


New Articles

Categories

Recent Comments

Reza on Jamur Tiram Tak Kenal Kri…
darma on Menanam Jabon Bagaikan Menanam…
poe on Bermodal Rp5 Juta, Produksi Ja…
budi leksono on Menanam Jabon Bagaikan Menanam…
Ferdy on Jamur Tiram Tak Kenal Kri…

Blogroll

click here to find out

Ingin mendapatkan Sandal Etnik? Sulam Pita Murah
Pusat Sulam Pita Murah Sulam Pita Murah
Butik Baju Sulam Pita Baju Sulam Pita
Pusat Kebaya Modern Kebaya Modern
Become a Fans Tubanstore.com Tubanstore Produk Unggulan Tuban Jawa Timur

Web hosting dan domain gratis untuk website di IdeBagus

Rumahweb penyedian Domain & Hosting Handal

Blog Stats

Find the tags

Anak Anak - anak asuransi Ayam Batik Gedog Batik Pesisiran Batik Tuban Bayi blog budidaya budidaya jamur tiram budidaya melon Cancer Demam diet Fashion Flu Info Bayi investasi jamur tiram Jawa Timur Kabupaten Tuban kalori kalsium kanker kanker leher rahim kanker serviks kaos kesehatan Makanan mencegah kanker osteoporosis otak anak peluang usaha pulsa rambut sehat rekreasi Risoles sayuran toko online Tuban vaksin kanker serviks vegetarian wisata Wisata Tuban

Today Insipration

Mampulah untuk meninggalkan apa-ada-nya kita sekarang, untuk menjadi apa bisa-jadi-nya kita nanti. MT.

RSS News :

Archives