Bertani Cabai Kopay yuk!!!…

Sebuah kebetulan ketika Syahrul Yondri (43) menemukan cabai merah keriting yang panjangnya sampai 35 sentimeter tahun 2005. Sebagai petani yang gemar meneliti, dia sesungguhnya tengah bereksperimen untuk menemukan cara mengatasi virus kuning.Dorongan untuk mendapatkan cara mengatasi virus kuning berawal ketika Yon, panggilan Syahrul Yondri, gagal panen sampai tiga kali. Setelah mengalami kerugian Rp 20 juta akibat virus kuning, petani cabai di Kelurahan Koto Panjang Lampasi, Kecamatan Payakumbuh Utara, Sumatera Barat, ini menghabiskan waktu lima tahun bereksperimen untuk mendapatkan cara menanggulangi virus yang mematikan tanaman cabai itu.

Dari sejarah, Yon menemukan petunjuk model penanaman zaman nenek moyang. Petani zaman dulu menanam cabai di lahan yang dikelilingi kolam karena tanaman menjadi lebih kuat menghadapi penyakit. Yon pernah mencoba cara itu, dan memang ada peningkatan ketahanan tanaman.

”Prinsipnya, virus itu tak tahan terkena panas yang kuat. Biasanya, virus bersembunyi di bagian bawah daun. Air berfungsi memantulkan cahaya sehingga panas matahari memantul dan mengenai bagian bawah daun,” kata Yon yang juga menjadi Ketua Kelompok Tani Tunas Baru.

Akan tetapi, dia belum puas dengan hasil itu. Dicobanya memakai cermin yang diletakkan di tanah, tepat di bawah tanaman. Hasilnya bukan saja menghambat perilaku mematikan virus itu, tetapi juga membuat proses pemasakan tanaman lebih baik. Dari sinilah Yon memanen buah cabai yang lebih panjang dibandingkan cabai pada umumnya.

Perkembangan selanjutnya, fungsi kaca diganti plastik mulsa yang diberi cat perak. Dengan demikian, pemantulan cahaya tetap terjadi sehingga virus yang biasa tinggal di bagian bawah daun terbunuh pula.

Dari sisi perawatan tanaman, petani juga tak repot mengurus karena tanaman cabai kopay juga lebih tahan terhadap serangan virus kuning.

”Memang daun tanaman masih tetap kuning, tetapi tanaman tetap berbuah dan buahnya masih tetap baik,” tutur Yon yang akan melakukan serangkaian penelitian lanjutan untuk melemahkan serangan virus agar daun tanaman tidak menguning.

Buah terpanjang

Ketika pertama kali memperoleh buah cabai yang berukuran lebih panjang, dia lalu berpikir untuk melakukan penyempurnaan buah. Dari panen pertama dipilihnya buah terpanjang untuk dikembangbiakkan lagi.

Pada panen kedua, dia juga kembali memilih satu buah cabai yang paling unggul. Biji buah disemaikan lagi sehingga menghasilkan buah dengan kualitas yang semakin baik. Panjang cabai berkisar 30-33 sentimeter, bahkan pernah mencapai 40 cm. Padahal, cabai biasa rata-rata hanya 20 cm.

Sejumlah 20 petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Tunas Muda dan puluhan petani lain di Koto Panjang Lampasi juga senang menanam cabai ini. Itu bukan semata-mata karena ukurannya yang lebih besar dibandingkan cabai biasa atau karena pohon cabai bisa setinggi satu meter, tetapi karena hasil panen yang lebih banyak.

Setiap batang cabai kopay mampu menghasilkan sekitar 1,4 kilogram per masa tanam, sedangkan tanaman cabai pada umumnya memproduksi enam ons saja. Pada usia 90 hari, petani mulai memanen cabai untuk pertama kali.

Petani juga gembira karena harga jual cabai kopay jauh di atas rata-rata. Ketika harga cabai di Sumatera Barat berkisar Rp 14.000 per kg, cabai kopay sudah menembus Rp 22.000. Harga termurah cabai kopay Rp 15.000 per kg, tetapi itu terjadi sekali saja dan bertahan hanya seminggu. Umumnya harga cabai kopay berkisar Rp 20.000 per kg.

Meski harga cabai kopay tinggi, rasa cabai yang pedas tetapi tidak melilit dan lebih awet dibandingkan dengan cabai biasa ini membuat cabai kopay diperdagangkan sampai ke Provinsi Riau.

Sayangnya, permintaan mengirim dua ton cabai per hari untuk seorang pedagang saja belum sanggup dipenuhi petani di Koto Panjang Lampasi. Sebab, produksi petani baru mencapai dua ton per minggu.

Begitu menggiurkannya prospek menanam cabai kopay, sampai-sampai pemuda di sekitar tempat tinggal Yon pun mulai ikut bertanam cabai.

”Para pemuda itu dulu hanya duduk-duduk di kedai kopi saja karena mereka tak punya pekerjaan. Tapi begitu melihat prospek cabai kopay, mereka mulai menggarap lahan milik keluarga atau menyewa lahan,” ucap Yon yang telah membeli tanah, rumah, dan mobil dari hasil menjual cabai.

Tak mau terkenal

Sebagai pencinta tanaman cabai, Yon masih menyimpan sejumlah pekerjaan rumah, seperti meneliti cara pertanian organik yang sepenuhnya bebas dari produk pabrik. Yon sadar bahwa menemukan cara untuk meningkatkan kesejahteraan petani tak bisa digantungkan pada orang lain. Petanilah yang paling mengerti kondisi dunia pertanian.

”Penyuluh lapangan itu pun belum tentu pernah menanam cabai. Teori juga belum tentu bisa diterapkan di lapangan,” kata Yon.

Dia pun tak risau ketika Wali Kota Payakumbuh Josrizal memberikan nama kopay untuk cabai tersebut, bukan nama Yon sebagai penemunya. Kopay merupakan akronim dari ”Kota Payakumbuh-Yon”.

”Ah, biarlah nama itu, yang penting saya tetap bisa mencari cara agar pertanian ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” ucapnya.

Cabai kopay yang menjadi kebanggaan Kota Payakumbuh tengah dalam proses sertifikasi, agar produk ini tidak diklaim oleh pihak lain. Yon sebenarnya ingin agar cabai kopay bisa ditanam di banyak daerah, sejauh itu dapat menambah penghasilan petani.

Di tengah keberhasilan yang dipetiknya, Yon tetap sederhana. Sehari-hari dia suka mengenakan kaus dan bersandal jepit. Dia bahkan merasa risi ketika namanya mulai dikenal sehingga banyak tamu yang datang ke kampungnya.

”Kalau banyak tamu, waktu saya untuk bereksperimen makin terbatas. Kapan bisa menyelesaikan pekerjaan rumah, ha-ha-ha…,” kata Yon yang memutuskan tidak punya telepon seluler ini.

Alumnus SPG, Berjaya di Ladang

Menjadi petani cabai adalah profesi kesekian yang dilakoni tamatan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Negeri Payakumbuh ini. Setelah mengajar selama sebulan di SD Negeri Koto Nan Gadang, suami Yulismar itu menjadi montir alat elektronik sekitar enam tahun.

Setelah itu, pria kelahiran Payakumbuh, 30 Juli 1965, ini beralih menjadi tukang bangunan seperti yang dilakukan ayahnya.

Setelah sembilan tahun menjadi tukang, ayah dari Siska Sri Indah Mulia itu mencoba bertanam. Ketika itu, seorang kawan menganjurkan Yon menanam cabai sebab komoditas ini menjanjikan hasil ketimbang menanam padi.

Awalnya Yon mencoba di lahan 1.000 meter persegi yang disewanya seharga Rp 150.000 per masa tanam cabai. Ia mulai menjadi petani. Masa itu, selain bertani, dia juga masih menerima tawaran bekerja sebagai buruh bangunan.

Lama kelamaan, Yon lebih tertarik kepada tanaman yang memberinya pendapatan sekaligus tantangan itu. Penelitian cara memberantas virus kuning menjadi salah satu wujud kecintaannya kepada dunia pertanian. (ART)

[taken from kompas.com]

Panduan Lengkap Budi Daya & Bisnis Cabe

Panduan Lengkap Budi Daya & Bisnis Cabe

Buku ini memberi gambaran yang gambling mengenai prospek budi daya cabai dan permasalahannya, termasuk risiko-risiko di dalamnya. for details …

About these ads

34 thoughts on “Bertani Cabai Kopay yuk!!!…

  1. Bapak Syahrul Yondri,
    saya bermaksud menanam cabai bapak,
    mohon untuk berkenan mengirimkan informasinya.
    Terima kasih.
    Aminanta Suprobo
    0817196868

  2. Di mana ya bisa mendapatkan bibit cabe kopay?
    Karena saya berminat untuk mengembangkannya.
    Saya juga seorang petani.
    Tolong informasinya bagi yang mengetahui.
    Erick, 08993983524
    erx_sacer@yahoo.com
    Terima Kasih banyak sebelumnya.

  3. akhirnya…….
    petani kita bisa bangga dengan adanya cabai kopay tsb..
    dan jika cabay kopay bisa ditanam diseluruh pulau di indonesia alangkah lebih baik.
    dan apakah sudah ada penjualan benih untuk komodity cabai kopay tsb….?
    karena prospek bertanam cabai kopay sangat menguntungkan dan bisa menaikkan penghasilan para tani………

    demikian-salam
    ponco
    081256115162

  4. aq tertarik neeh cuma benih nya di dapet dimana harganya dan klo di tanem di daerah dingin bagus nggak ,……………….tolong iunformasinya cabe kopay tersebut ke email aldi_jalu@yahoo.co.id ato di no hp 081321672271 ok ti tunggu yach

  5. Yang terhormat Pak Yondri

    Saya sangat tertarik membaca artikel bapak dan hasil cabai yang bapak kembangkan, mohon infonya dimana dapat memperoleh benih cabe kopay. kebetulan saya sudah satu tahun ini bertani cabai kriting, didaerah sukabumi-jabar
    salam,
    Dadang.erdanegara@yahoo.com

  6. Pak Yon,
    Bagaimana sy dpt bibit cabai kopay dan mohon bimbingannya utk menanam nya.
    Krn sy sdh lama berkeinginan utk bertani cabai. Dan sy mempunyai lahan 3000m2 ini bisa utk brp batang
    Sy mohon sgr di berikan petunjuk/bimbingannya.
    Sebelumnya sy ucapkan banyak terimakasih.
    Hormat sy
    Ade badharson

  7. sore pak yon..sebelumnya sedikit perkenalan pak…
    saya dini mhasiswa biologi Unand tertarik utk meneliti cabe kopay bpk…
    dmana bisa sya dptkan bibit cabe kopaynya pak..?dan sya mohon bimbinganya pak dalam bertanam cabe kopay…trus soal virus kuning yang bpak bicarakan apakah sudah ditemukan penyebab dan pencegahannya pak??

    saya sgt butuh informasi dan bantuan dari bapak, diusahakan penelitian saya dalam waktu dekat ini pak??terimakasih sebelumnya pak..
    Dini BIO UNAND

  8. Yang terhormat Pak Yon,
    di tempat.
    Saya berada d daerah Pantura ingin menekuni dunia pertanian cabe, dgn membca pengalaman dan kesuksesan Bapak Yon, kami mhon bimbngan dan metode yg unggul untk cabe tsbt. Di mana saya bisa mendapatkan Bibit Kopay dan cara budi dayanya. Terimakasih.
    Hormat saya,
    haidir
    email: fs.intana@gmail.com

  9. Pak Yon, kami sebagai petani cabe pengin juga mencoba bibit Kopay yang tahan terhadap virus, karena di daerah (kab. sleman, jogjakarta) sudah endemik terhadap virus, kami mohon informasinya untuk mendaptkan benih cabe ini dimana ya ? Matur nuwun….

  10. ass, pak yon saya sudah bc artikel bpk, tolong krm kan cra membudi dayakan cabai kopay tahan terhadap virus, dan di mana bs mendapatkan benih nya, trims.

  11. bagi yang mengetahui cara menanam cabe kopay tolong kasih info ke saya, dan dimana bisa mendapatkan bibitnya. trims

  12. Bapak Yon dan Bapak pemilik Laman ini Yth,

    Minta info dimana saya bisa dapat bibit cabe Kopay?
    Minta nomor tlp yang bisa dihubungi.
    Saya tinggal di Serang – Banten.

    Salam
    Sufnajaya, 0811 12 44 82

  13. Pak yon, saya berasal dari pasaman(lubuk sikaping),saya dulu pernah juga bertanam cabe & sekarang saya bekerja disebuah pabrik kertas diperawang,tetepi keinginan saya untuk bertanam cabe terus ada. Saya berencana setelah ada modal nanti sy ingin brtanam cabe lagi..saya ingin mencoba bertanam cabe kopay..dimana cara mendapatkan bibitnya pak? Trim’

  14. Untuk teman2 yg butuh bibit cabe kopay juga bisa menghubungi saya , karena saya tetangga satu kampung dengan pak yon juga sudah ikut menyebarluaskan bibit cabe kopay ke berbagai daerah.

    085263188163
    email : sonisafa@yahoo.com

  15. hati2 dengan pembelian bibit cabe kopay,, sekarang banyak yg mengaku menjual cabe kopay,,padahal mereka tidak mengerti sedikitpun tentang cabe ini.. bertanipun mereka tidak bisa.. lebih baik lansung ke kebunnya saja dari pada membeli hyanya lewat pengfiriman .. saya sudah tertipu,,setelah saya menanam hasilnya jauh dari yg ada si web ini

  16. atau bisa langsung pesan bibit ke penemunya langsung,bp syahrul yondri 081266295518,saya dan teman2 hingga skarng telah menanam cabe kopay sekitar 6 hektar dibawah bimbingan beliau………

  17. BAGI YANG INGIN MEMESAN BIBIT CABE KOPAY SILAHKAN HUBUNGI LANGSUNG SANG PENEMUNYA BAPAK SYAHRUL YONDRI HP 081266295518

  18. saya tinggal di perbatasan malaysia tepatnya di entikong, saya punya tanah 3 ha kira2 berapa jumlah bibit cabai yang di butuhkan?
    dimana saya bisa mendapatkan bibit cabai kopay dan berapa harganya.tolong email ke elizabeth.emillia7@gmail.com
    terima kasih banyak

  19. Subhanallah..org kampuang ambo kiro nyo yg sukses bertanam cabe kopay”tlg dong dinas pertanian din perhatikan biar menjadi komoditas kampuang kito..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s