a blog about me and the world around me

Penderita Diabetes Anak di Indonesia Meningkat 500 Persen

Diabetes biasanya identik dengan penyakit orang dewasa yang baru menyerang di usia 40 tahun ke atas. Namun tidak banyak orangtua yang tahu bahwa anak-anak pun bisa menderita diabetes. Bahkan dalam 2 tahun saja penderita diabetes anak di Indonesia sudah meningkat hingga 500 persen.

“Di tahun 2009 anak yang menderita diabetes tidak sampai 150 anak. Sekarang data terakhir sudah hampir 800 anak yang menderita diabetes. Tidak ada apa-apa saja tapi dalam 2 sampai 3 tahun tahun kenaikannya sudah 500 persen,” jelas Dr. Aman Pulungan, Sp.A (K), Ketua UKK Endorinologi IDAI dalam acara konferensi pers ‘Komitmen Bersama Institusi Kesehatan dan Pelaku Industri dalam Mengatasi Penyakit Degeneratif dan Double Burden di Indonesia’ di Hotel Shangril-La, Jakarta, Selasa (29/5/2012).

Dari 800 anak tersebut kebanyakan menderita diabetes tipe 1 (karena kerusakan sel pankreas), namun 60 diantaranya adalah penderita diabetes tipe 2 (diabetes karena gaya hidup tidak sehat) dan kesemuanya mengalami kegemukan.

Dr Aman mengatakan hal ini sangat memprihatinkan, karena jika anak-anak saja sudah menderita diabetes maka tentu kualitas hidupnya ke depan sudah sangat berkurang.

Belum lagi anak yang menderita diabetes memiliki peluang besar untuk mengalami penyakit komplikasi seperti hipertensi, penyakit jantung dan stroke lebih dini.

“Kalau generasi sakarang sudah sakit, saya yakin semua dokter nggak bakal mampu menangani, asuransi apa pun tidak cukup lagi,” tegas Dr Aman.

Hal ini bisa terjadi karena sejak dalam kandungan sang calon bayi sudah mendapatkan kelebihan kalori dan hiper insulin. Jadi saat ia lahir, sang bayi sudah mengalami hiper insulin. Paradigma yang salah bahwa ibu hamil makan untuk 2 orang adalah penyebabnya.

“Wanita hamil bukan makan untuk 2 orang, tapi makan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh ibu. Kalau kurus sekali yang harus makan banyak tapi kalau ibunya sudah gemuk yang tidak perlu makan untuk 2 orang,” jelas DR dr Damayanti Rusli Sjarif, Sp.A (K), Ketua UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI.

Kondisi diabetes anak makin diperparah karena orangtua yang tidak mengetahui dengan jelas mengenai gizi yang sehat. Banyak orangtua yang menganggap bahwa makanan yang mahal adalah makanan sehat, misalnya seperti western food dan junk food.

“Makanan western itu mahal, tinggi energi (kalori) tapi rendah nilai gizi. Banyak yang menganggap mahal itu baik, padahal belum tentu. Ini karena pengetahuan yang kurang. Sekarang kalau saya tanya makanan apa yang kandungan omega-3 paling tinggi, pasti pada jawab ikan salmon. Padahal ikan kembung justru yang tertinggi. Jadi yang sederhana bisa lebih bergizi,” jelas Dr Damayanti.

taken fr detik.com

Tips Mengelola Risiko Investasi

Investor perlu mengelola risiko investasi dengan tepat untuk mengelola portofolionya. Terlebih dalam kondisi pasar modal yang tengah menurun seperti saat ini.

Senior Vice President Retail Investment and Consumer Treasury Head, Citi Indonesia, Harsya Prasetyo, membagi tips untuk para investor agar bisa mengelola risiko. Pertama, menyisihkan dana likuid berupa deposito atau tabungan sebesar 12 bulan biaya hidup sebagai dana darurat. Dana ini di luar dana yang akan diinvestasikan.

Kedua, menerapkan cara investasi yang lebih sistematis seperti Dollar Cost Averaging dan melakukan diversifikasi. Yang dimaksud Dollar Cost Averaging yaitu teknik investasi yang dilakukan secara teratur atau bertahap.

Cara ini juga memberikan kesempatan lebih tinggi bagi investor untuk meraih keuntungan, karena investor mendapatkan harga rata-rata investasi per unit yang lebih rendah dibanding cara investasi bukan melalui teknik ini.

“Manfaat lainnya, investor tak perlu mengira-ngira waktu yang tepat untuk investasi (timing the market) atau mengikuti keputusan investasi orang lain, karena investasi dilakukan secara berkala,” ujar Harsya di Jakarta, Selasa, 15 Mei 2012.

Sementara itu, cara yang lain yaitu melakukan diversifikasi. Meski terlihat sederhana, konsep ini tidak mudah untuk diterapkan. Hal ini disebabkan oleh faktor psikologi yang cenderung untuk melakukan overtrading.

Investor sebaiknya mendiversifikasi portofolio ke berbagai jenis aset dengan komposisi yang sesuai dengan profil risikonya. “Dengan diversifikasi yang sesuai, investor memiliki kemungkinan lebih besar untuk mencapai tujuan investasinya,” ujarnya. (art)

taken fr : vivanews.com

Sekilas Tentang Batik Tuban

Batik adalah ciri khas bangsa Indonesia, itulah yang diangkat oleh Bung Karno ke dunia pada tahun 1950-an. Sebenarnya batik sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, tidak ada data yang pasti tentang munculnya batik untuk pertama kalinya. Ada yang mengatakan bahwa karya seni kuno ini berasal dari Sumeria yang kemudian berkembang di Jawa Tengah setalah dibawa oleh pedagang India. Namun tetap bahwa batik adalahsalah satu budaya Indonesia yang berharga dan patut dilestarikan.

Batik di Indonesia dibagi menjadi dua yaitu batik pedalaman dan batik pesisiran. Batik pedalaman adalah batik yang berkembang di daerah pedalaman khususnya Yogyakarta dan Surakarta (Solo), batik pedalaman ini lebih dikenal dengan batik keraton atau batik klasik. Sedangkan batik pesisiran adalah batik yang berkembang di daerah pesisir pulau ( salah jenis batik pesisir yang mempunyai ciri khas adalah batik Tuban atau yang lebih di kenal dengan BATIK GEDOG ), seperti Cirebon dan Pekalongan.

Sejarah Batik Tulis Tradisonal Tuban

Tuban sebagai salah satu wilayah di bagian Timur dari pulau jawa, memiliki satu corak kebudayaan yang unik, mengapa? Karena dalam sejarah wilayah ini telah masuk 3 tata nilai kebudayaan yang saling mempengaruhi, dan sampai sekarang kebudayaan ini masih tetap eksis dan sama-sama berkembang, tanpa membuat salah satu kebudayaan ini tersingkir. Ketiga kebudayaan tersebut adalah :
1. Jawa, yang meresap saat wilayah ini dalam kekuasaan jaman Majapahit (abad XII-XIV)
2. Islam, karena diwilayah ini hidup seorang ulama yang ternama yaitu Sunan Bonang (1465-  1525 M)
3. Tiongkok(cina), karena di Tubanlah para sisa lascar tentara kubalai khan melarikan diri dari kekalahannya pada saat menyerang Jawa di awal abad XII, hingga kini masyarakat keturunan ini banyak bermukim di Tuban.
Proses interaksi ketiga kebudayaan ini berlangsung sekian lamanya hingga sekarang dan sangat mempengaruhi pola kehidupan masyarakat Tuban sampai kini.
Motif Batik Tulis Tradisional Tuban, apabila di cermati, terlihat betapa motif-motif tersebut sangat dipengaruhi nilai-nilai budaya jawa, islam, dan tiongkok. Gambar-gambar burung pada motif batik tulis Tuban jelas terlihat pengaruh dari budaya tiongkok, karena gambar burung yang dimotifkan pada batik tulis tersebut Nampak adalah burung”Hong”yang jelas tidak terdapat di wilayah Tuban.
Sedang pada motif bunga jelas terlihat adalah motif-motif tradisional yang sejak lama dibuat dihampir seluruh wilayah pulau Jawa. Sedangkan pengaruh islam pada motif batik tulis Tuban terlihat pada motif dengan nama yang religious seperti kijing miring.
Dahulu batik tulis ini hanya digunakan untuk upacara-upacara tradisional masyarakat Tuban seperti sedekah bumi, pernikahan, pemakaman.
Pada perkembangan jaman, sekarang ini penggunaan batik tulis Tuban tidak hanya untuk upacara-upacara adat, namun telah meluas pada penggunaannya seperti ; taplak meja, sarung bantal, dekorasi, hiasan dinding, model baju modist baik untuk pria dan wanita.
Dari hal-hal tersebut diatas jelaslah bahwa batik tulis tradisional Tuban yang memiliki ciri khas yang unik sangat perlu untuk dilestarikan keberadaannya apalagi potensi pengembangannya sangat prospektif.

Jenis Batik Tuban

Saat ini,  masyarakat menganggap bahwa Batik Tuban identik dengan Batik Gedog , yang notabene adalah Batik Tulis yang berkembang di daerah Kerek dan menjadi ciri khas Tuban., namun  sebenarnya, Tuban sendiri mempunyai beberapa daerah penghasil batik , dimana di setiap daerah terdapat batik dengan ciri khas masing – masing …

Hmmhhh menarik kan ? apa saja itu ? mari kita ulas secara singkat beberapa di antaranya ….

1.    Batik Gedog
Kata Gedog  yang menjadi trade mark sebenarnya berasal dari bunyi dog dog dog dog dari bunyi kain tenun untuk membuat kain yang digunakan kai, pembatikan di Tuban vertikal dan merupakan satu kesatuan (integrated). Maksudnya, bahan kain yang digunakan untuk membatik dipintal langsung dari kapas. Jadi gulungan kapas dipintal menjadi benang, lalu ditenun, dan setelah jadi selembar kain lalu dibatik.
Batik Gedog  pada awalnya merupakan kegiatan ibu desa yang menunggu suaminya pulang dari bercocok, sembari mengisi waktu ibu –ibu didaerah Kecamatan Kerek melakukan kegiatan membatik.
Berkembangnya Tuban sebagai pusat perdagangan Nusantara di Zaman Majapahit menjadikan Batik Gedog mengalami metamorfosis dalam hal Motif, karena ada sentuhan Budaya lain khususnya Cina. Motif batik Gedog  natural karena motif di pengaruhi alam sekitar, maka motif yang muncul seperti: Kijing Miring, Kembang Waluh, Uler keket, Rengganis, Blaraan, Manggaran, Uker, Liren, Panjiori, Ririnan, Kelopo Segantet,Remekan, Manuk Jalak, Irengan, Supit, Dudo Brenggola, kenongo uleren, ganggeng Motif  panji krentil, panji serong dan panji konang. panji krentil, panji serong, dan panji konang,  dahulu kala konon hanya dipakai pangeran. Batik motif panji krentil berwarna nila justru diyakini bisa menyembuhkan penyakit.
Berkembangnya Tuban sebagai  kota perdagangan yang kosmopolit waktu itu, Batik Gedog juga menjadi komoditas ekonomi yang mengiurkan, maka motif berkembang menjadi beragam,unsur Cina pun masuk dalam motif seperti burung Hong  serta warna batik Gedog  tidak hanya gelap semata tapi juga berkembang warna warna cerah, seperti merah Khas Cina.
Layaknya Batik pesisiran lainnya batik Gedog dalam soal warna dan motif tidak terpengaruh dengan pakem layaknya batik Jawa Tengahan yang wawarna sogan, indigo, hitam dan putih, dan motif di pengaruhi oleh budaya hindhu-Budha, yang bersifat simbolis,ragam hias batik Tuban Ragam hias batik Jawa Timur bersifat naturalis dan juga di pengaruhi budaya asing.

2.    Batik Karang
Batik Karang merupakan salah satu jenis varietas batik di Tuban, pusat kerajinan Batik Karang ini, sesuai namanya ada di Desa Karang , Kecamatan Semanding . Ciri khas batik warna nya yang cerah atau ngejreng. Untuk Motif dalam batik karang juga mengunakan motif natural layaknya batik Gedog Tuban, tapi dalam bati karang muncul unsur motif ikan yang tidak terdapat di Batik Gedog Tuban, ada nya unsur ikan tidak lepas posisi per
Sebaran dan perkembangan batik Karang yaitu dekat dengan pusat kota dan pesisir pantai, Batik karang juga di kategorikan batik pesisir karena mempunyai ciri khas war warni yang cerah, dan tidak tunduk pada pakem model Jawa Tengahan. Batik Karang memang secara historis belum banyak begitu tereksplore  di sebabkan mininmya referensi, serta publikasi yang kurang.

3.    Batik Palangan
Batik Palangan berkembang di Kecamatan Palang sampai paciran Lamongan, batik tersebut tidak begitu terkenal di Kabupaten Tuban, disebabkan jumlah Pembatik yang sediki sehingga produksinya tidak sebanyak batik Gedog atau Batik karang, Pembuatan batik palangan perbiji  membutuhkan waktu sekitar 2 bulan, keunggulan batik ini pada batikan yang sangat halus dan teliti, tak heran batik jenis ini menjadi buruan para kolektor dan harganya mencapai jutaan rupiah, Batik halus, teliti serta produksi yang terbatas menyebabkan batik ini merupakan batik antik yang jarang di jumpai di pasaran, mencaripun harus berburu di pelosok desa Palang bagai menncari jarum di tumpukan jerami.sejarah batik ini tidak begitu di ketahui karena tidak referensi yang mendukungnya.

Oh ya … dari percakapan dengan salah satu Bapak dari Dinas Indagkop beberapa waktu lalu, ternyata untuk Batik Palangan ini sudah dikembangkan batik tulis katun dengan pewarnaan alami lho … nahh, bangga bukan ? selain bagus dipakai juga ramah lingkungan. Dan metode ini juga sedang dikembangkan di sentra Batik di Kerek … hmmhh makin bangga ya dengan Batik Tuban :) :)

Nah … menarik banget kan membaca dan menambah pengetahuan tentang Batik Tuban ? sudah saat nya anak muda Indonesia, khususnya Tuban lebih tahu tentang khasanah budaya negeri kita sendiri dan juga melestarikan nya , karena kalau bukan kita … siapa lagi ? :D .. jangan sampai saat Batik Tuban nanti di akui sebagai karya seni negeri lain, kita baru teriak – teriak kebakaran jenggot … bakalan agak sedikit terlambat kalau begitu … hehehe

                                                                                                                                                                                                               Taken fr : dari berbagai sumber

Kebiasaan Minum yang Bikin Kulit Sehat

Kadar air dalam tubuh perlu dijaga keseimbangannya, tak berlebihan apalagi kekurangan air. Dengan begitu, organ tubuh dapat bekerja lebih maksimal dan salah satu hasil nyatanya, kulit Anda selalu sehat meski usia terus bertambah.

Agar kadar air di dalam tubuh tetap terjaga, keluar-masuk air perlu dikontrol. Tubuh punya organ pengatur yang berfungsi secara alami mendistribusikan air ke bagian yang memerlukan. Namun, Anda juga punya andil agar organ ini dapat berfungsi maksimal. Anda juga dapat mengontrol asupan air dengan lebih peka terhadap kebutuhan tubuh. Kebiasaan baik yang dilakukan setiap hari dapat membantu organ pengatur seperti paru-paru, ginjal, kulit, yang bekerja secara alami untuk memaksimalkan keluar masuknya air, yang dibutuhkan tubuh.

Lifestyle Observer dan Pengajar Biologi Fisiologi Tubuh dari Shape Up Indonesia , dr Grace Judio-Kahl, MSc, MH, CHt  menjelaskan, idealnya tubuh membutuhkan air 2,5 liter per hari dengan 2,2 liter berasal dari makanan dan minuman, sedangkan 1,3 liter dari metabolisme tubuh. Air ini idealnya harus keluar dari tubuh setiap harinya dalam jumlah yang sama, 2,5 liter dengan 0,9 liternya dikeluarkan dengan penguapan lewat kulit melalui keringat, 1,5 liter melalui urine, dan 0,1 liter melalui feces.

Jika setiap harinya Anda memenuhi asupan air dan mengeluarkannya dengan jumlah yang sama, organ tubuh bekerja sesuai fungsinya. Anda pun terhindar dari masalah dehidrasi ataupun oeverhidrasi yang menimbulkan berbagai keluhan pada tubuh. Tanda bahwa Anda kekurangan air di antaranya haus, bibir kering, urine berwarna pekat, kulit tidak supel atau kering dan pecah-pecah.

Kebutuhan air
Dr Grace mengatakan kebutuhan air perempuan dan laki-laki berbeda. Jumlah kebutuhan air juga dipengaruhi berbagai faktor lain seperti usia, aktivitas, suhu tubuh, cuaca, kebutuhan ekstra karena sedang sakit demam misalnya, juga kondisi fisiologis seperti hamil dan menyusui. Namun, dalam kondisi tubuh normal, untuk mereka yang tinggal di iklim tak terlalu kering atau lembab, berusia di atas 25, dan tidak sedang hamil,  kebutuhan air untuk perempuan adalah 2,2 liter per hari sementara laki-laki, tiga liter per hari.

“Dari 2,2 liter air ini, 50 persennya berasal dari air minum dan sisanya dari makanan yang mengandung air. Namun air yang dimaksud juga bukan air yang mengandung banyak gula, karena takkan ada efeknya jika banyak gula. Kebutuhan air dari makanan dan minuman inilah yang akan disebarkan ke seluruh tubuh, ke organ yang membutuhkan asupan air,” jelas dr Grace, di sela bincang-bincang Nivea Skinversation Class di Jakarta, Selasa (31/1/2012).

* Delapan gelas
Minum delapan gelas air dalam sehari, baik air putih, teh, jus dapat memenuhi kebutuhan air minum. Namun minum air saja tak cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan 2,2 liter air perharinya. Anda perlu menambahkannya dari asupan makanan kaya air.

* Bangun tidur  

Khusus untuk air putih, Anda tentu sudah akrab dengan anjuran minum air putih dua gelas setiap bangun tidur. Menurut dr Grace, kebiasaan minum air putih setiap bangun tidur memang diperlukan, jumlahnya di antara kisaran 1-2 gelas per harinya. Mengapa kebiasaan ini harus Anda jalankan?

Dr Grace menjelaskan, “Tidur selama lebih dari delapan jam membuat tubuh tak menerima asupan air. Apalagi jika tidur dengan kondisi ruangan ber-AC, yang menyebabkan penguapan air lebih banyak. Tidur dengan mengorok dan mulut terbuka juga menyebabkan penguapan air pada tubuh. Saat bangun tidur, jika saliva kental mulut terasa kering, ini tandanya tubuh kekurangan air, karenanya saat bangun tidur, minum air putih dibutuhkan.”

* Suhu air
Pertanyaan yang kerap muncul berikutnya, sebaiknya minum air putih dingin atau hangat? Soal ini dr Grace menekankan pada pentingnya memerhatikan dan peka pada kebutuhan tubuh yang berbeda setiap individunya.

“Dengarkan kebutuhan tubuh dengan menyesuaikan temperatur badan. Sebaiknya minum air yang tidak terlalu panas juga tidak terlalu dingin,” jelasnya menambahkan, jika mengacu pada perspektif keilmuan di barat, suhu air disesuaikan dengan tubuh antara 36-37 derajat Celcius. Namun jika mengacu pada keilmuan timur, fokusnya pada prinsip keseimbangan. Tubuh Anda yang akan menentukan apakah kebutuhan air saat itu adalah air panas atau dingin. Keduanya diperlukan sesuai kebutuhan.

Jadi, pastikan kadar air dalam tubuh Anda seimbang, jika ingin memiliki fisik sehat karena organ tubuh bekerja normal, dan tentunya memiliki kulit sehat. Kebiasaan minum air dan menjaga kadar air dalam tubuh tetap seimbang melalui berbagai cara, perlu dijalankan konsisten terutama saat usia mulai bertambah. Karena, seiring pertambahan usia, kadar air dalam tubuh terus menurun.

taken fr : kompas.com

Merokok Itu Penyebab Utama Kanker Paru-paru

MENCARI alasan apapun, merokok tetap menimbulkan prahara kesehatan yang luar biasa. Hampir semua penyakit berbahaya berawal dari kebiasaan ‘pembakaran’ tersebut. Sayang, entah kenapa peringatan yang selalu ada di bungkus rokok tersebut membuat orang bergeming, bahkan cenderung meningkat tingkat konsumsinya.

Menurut data dari Riset kesehatan Dasar (Rikesdas), Kementerian Kesehatan, penyebab kematian tertinggi dari seluruh penyebab kematian tahun 2007, khususnya Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah stroke, hipertensi, diabetes, dan kanker.

Untuk kanker, jenisnya bermacam-macam. Seperti kanker usus, hati, payudara, otak, serviks, paru, dan masih banyak lainnya. Lebih spesifik lagi, khusus perokok aktif, menjadi penyebab utama kanker paru-paru.

Ironisnya, perokok aktif ini seakan tidak tahu atau cuek dengan kondisi orang-orang di sekitarnya. Menurut pakar sekaligus dokter ahli kanker paru-paru, dr. Asrul Harsal, MD, KHOM, seharusnya para perokok aktif tersebut menghormati perokok pasif. Artinya, jangan membawa penyakit bagi orang-orang yang seharusnya tak terkena efek negatif dari asap rokok.

“Hal paling kurang adalah toleransi. Tak seharusnya perokok aktif beraktifitas di sekitar orang- orang yang tak merokok. Jelas itu menimbulkan ketidaknyamanan, dan bisa jadi menyebabkan penyakit kanker paru-paru. Jadi, saya harus bilang, tolong hormati mereka yang tak merokok,” katanya.

Kanker paru terjadi ketika pertumbuhan sel yang tidak normal dan bisa bermetastasis atau menyebar, artinya kanker yang tumbuh di paru, biasanya di saluran bronkus, dan bisa di tempat lain.

“Penyebabnya 85 persen disebabkan rokok. Tetapi ada orang yang beranggapan bahwa tidak merokok tetapi terkena kanker paru atau sebaliknya merokok sampai usia 70 tahun tetapi tidak kena. Jadi ada bakat dan trigger,” ujar Asrul kepada Tribun Jakarta.

Penyebab lainnya selain merokok antara lain perokok pasif atau sering terpapar asap rokok, radon, asbes, polusi udara, polusi pabrik, zat kimia dan radiasi dari pekerjaan, obat-obatan serta lingkungan.

Seseorang dengan kanker paru kerap kali atau bertahun-tahun terpapar faktor penyebab di atas. Jika Anda merasa terkena hal di atas, harus hati-hati. Untuk menyakinkan kesehatan, Anda dapat melakukan tes deteksi dini.

taken fr : tribunnews.com

Bermodal Ide, Sandiaga Uno Kini Dikejar Uang

BANYAK kejadian yang tidak terduga bisa menimpa sewaktu-waktu dalam kehidupan kita. Hal ini yang dialami pengusaha muda, Sandiaga Salahudin Uno. Siapa sangka, sepak terjangnya sebagai seorang pengusaha bermula dari “kecelakaan”.

Sandi awalnya dia adalah seorang pegawai biasa. Bahkan, dia terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), imbas krisis pada tahun 1997-1998. Namun, pria berkacamata ini mencoba bangkit dari keterpurukannya.

“Niat jadi pengusaha itu sebenarnya by accident, karena saya di PHK. Jadi mengalir saja, mencari solusi menjadi survival dan jadilah pengusaha,” ungkapnya ketika berbincang dengan okezone beberapa waktu lalu.

Di tengah keterpurukannya, Pria yang lahir di Pekanbaru, Riau, 28 Juni 1969 ini mencoba mengubah mind set-nya, untuk membuka lapangan pekerjaan sendiri. Hal tersebut tentu sangatlah sulit. Jika sebelumnya Sandi, begitu dia biasa dipanggil, hanyalah pegawai yang menerima gaji, dia harus merubah haluan menjadi pengusaha yang harus menghasilkan uang bukan hanya untuk diri sendiri, namun juga harus memberikan gaji untuk orang lain.

Tentu tidak mudah untuk menjadi seorang pengusaha. Bapak tiga anak ini pun mengalami berbagai kesulitan. Kesulitan utama adalah memulai usaha dengan modal minim, kantor yang sangat kecil dan jumlah karyawan yang seadanya. Lalu dia harus bersusah payah mencari klien mulai dari nol.

“Cara menyingkirkan kendala-kendala tersebut adalah terus optimis dan pantang menyerah serta selalu mensyukuri sekecil apapun keberhasilan atau prestasi yang kami capai,” tuturnya.

Perlahan namun pasti, pria yang mendapat gelar Bachelor of Business Administration dari Wichita State University pada 1990 dan memperoleh gelar Masters of Business Administration dari George Washington University Masters of Business Administration dari George Washington University pada 1992 ini dapat merintis perusahaannya. Sandi merupakan salah satu pendiri Saratoga Capital, sebuah perusahaan investasi yang didirikan bersama Edwin Soeryadjaya pada tahun 1998. Saratoga Capital merupakan perusahaan yang berkonsentrasi dalam bidang sumber daya alam dan infrastuktur.

Tidak Perlu Modal Besar

Banyak orang yang berpendapat bahwa untuk menjadi seorang pengusaha haruslah mempunyai modal yang banyak. Namun menurut Sandi modal bukan merupakan hal yang penting dalam merintis usaha. Mantan Manajer untuk Tim Nasional Bola Basket Putri Indonesia pada SEA Games 2005 di Manila, Filipina, ini menuturkan, bahwa yang terpenting adalah sebuah ide. Dari ide kemudian akan terlahir berbagai inovasi dan terobosan yang tentunya bisa berguna bagi nusa, bangsa dan agama.

“Modal besar? Yang paling penting ide. Ide kita itu kalau misalnya bisa dikemas dengan baik, uang ngejar kita kok. Saya memulai usaha juga tidak pakai modal yang banyak-banyak,” kata Sandi.

Selain itu, Sandi pun berpesan pentingnya sebuah jaringan atau networking atau bergaul. Hal tersebut, menurutnya, merupakan hal yang simpel, namun besar imbasnya pada perkembangan usaha kedepannya. Walaupun darah pengusaha tidak mengalir dalam dirinya, namun sekali lagi berkat jaringan yang berasal dari Ibunda tercinta, maka terbuka lebarlah kesempatan Sandi untuk mengepakan sayapnya sebagai pengusaha lebih lebar lagi.

“Berkat jaringan sang ibu, saya mendapat banyak peluang usaha. Meski begitu saya tak pernah merasa jika kesepakatan bisnis yang saya peroleh karena faktor relasi kedua orang tua. Relasi hanya bisa membukakan pintu. Untuk selanjutnya, saya harus berjuang meyakinkan mereka,” tutur Sandi.

“Bergaul dan bertemanlah sebanyak-banyaknya dari situ kita bisa mendapatkan banyak informasi dan peluang usaha yang cocok , jika perlu bergabung dalam suatu organisasi yang berhubungan dengan bidang usaha kita. Dengan begitu akses usaha kita untuk berkembang akan semakin terbuka lebar,” dia mengimbuhkan.

Sandi pun berpesan, untuk menjadi seorang pengusaha jangan menjadi orang yang ingin cepat kaya. Dia pun membocorkan rahasia untuk menjadi pengusaha sukses seperti dirinya. “Kerja keras, kerja tuntas dan kerja ikhlas,” bebernya.

Mental kuat pun harus dimiliki oleh seorang pengusaha sejati. Seorang pengusaha harus mempunyai mental berani. Berani yang dimaksud yakni berani bermimpi, berani gagal, berani mengambil risiko, berani sukses. Selain itu, fokus serta memiliki visi hidup yang jelas, menjalani hidup akan menjadi apa, berpenghasilan berapa, memilik apa, dan optimis. Selain itu faktor yang sangat penting adalah trust atau kepercayaan. Karena tanpa kepercayaan orang-orang juga tentu tidak akan mau bermitra.

“Kerja keras, kerja tuntas dan kerja ikhlas, di mana pun kita berada itu sangat relevan. Jadi kalau kita punya semangat seperti itu, menjadi pengusaha itu akan menjadi sangat simpel. Kalau kita punya visi ke depan untuk menciptakan nilai tambah, bukan ingin cepet kaya. Kalau ingin cepat kaya akhirnya kita selalu dihadapkan pada situasi yang sangat sulit,” papar sandi.

Berkat semangatnya itu, kini ini dia menjabat sebagai CEO Saratoga Capital dan juga pimpinan di beberapa perusahaan, antara lain PT Adaro Energy Tbk yang merupakan salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia,  dan PT Tower Bersama Infrastruktur Group Tbk, perusahaan penyedia menara telekomunikasi. Sandi juga merupaka salah satu pendiri PT Recapital Advisors, sebuah perusahaan pengelola aset yang didirikan pada 1997 bersama teman sekolahnya, Rosan Roeslani.

Namun baru-baru ini, Pria yang hobi berolahraga basket ini mulai merambah dunia dirgantara dengan membeli saham PT Mandala Airlines yang hampir saja bangkrut. Dengan melihat potensi masyarakat Indonesia yang cenderung sering bepergian atau travelling, dirinya mecoba menghidupkan kembali salah satu maskapai kebanggan Indonesia tersebut.

“Saya melihatnya, pertama Mandala itu merupakan aset bangsa di mana pada saat itu dimiliki oleh kawan saya dan waktu itu dia sedang susah, ya saya juga pernah susah. Jadi pasti kalau susah itu kalau ada yang bantu kita, itu appreciate banget. Lalu yang kedua, masyarakat Indonesia kelas menengah tengah tumbuh dan ini yang menjadi tantangan buat kita, bagaimana kita bisa menghadirkan penerbangan kepada para pelanggan kita. Nah, ini yang mungkin mendorong kita, merambah ke dunia dirgantara,” ungkap Pria yang menyandang gelar sebagai ‘Indonesian Entrepreneur of The Year’ dari Enterprise Asia.

Selain menjadi pengusaha di sela-sela kesibukannya masih sempat berlari maraton ini juga menjadi sebagai anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) dan bendahara Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Selain itu, dirinya juga merupakan pendiri Asosiasi Kewirausahaan Sosial Indonesia (AKSI). Dirinya pun pernah menjabat sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) periode 2005-2008. Sejak 2004 sampai September 2010 dia aktif di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), terakhir sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi.

Ingin Menularkan Virus Kewirausahaan

Sudah banyak sekali sektor usaha yang digeluti oleh Sandi. Lantas, apa lagi yang akan dilakukannya ke depan? Bisnis apa lagi yang akan digeluti? Sandi menjawab diplomatis, sejauh ini dirinya akan menjalani yang sudah ada terlebih dahulu, dimana khususnya akan mengembangkan bisnis dirgantara yang baru saja dirintisnya.

Namun, suami dari Nur Asia ini ingin menyebarkan virus kewirausahaan kepada seluruh masyarakat Indonesia. “Saya ingin banyak membantu kegiatan sosial. Banyak sekali potensi bangsa ini yang belum disentuh dan saya ingin mendorong hal itu agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Hal itu bisa dilakukan kalau kita bisa menyelesesaikan permasalahan-permasalahan sosial kita. Misalnya anak jalanan ini salah satu permasalahn sosial kita. Kita harus bereskan,” ujarnya.

Dia berpandapat masih minimnya entepreneur pada saat ini adalah faktor lingkungan seperti budaya, keluarga dan pendidikan mempunyai peran yang signifikan dalam pembentukan jiwa kewirausahaan, karenanya perlu upaya serius dari pemerintah, pengusaha dan semua pihak untuk merubah sistem dan kurikulum pendidikan yang selama ini berorientasi hanya pada gelar. Saat inilah saatnya dilakukan perombakan sehingga hasil pendidikan berorientasi pada pola pikir yang melahirkan pengusaha-pengusaha baru. Sebagai pengusaha muda dan intelektual, sekarang  Sandi ingin  melakukan transfer ilmu dan sharing pengalaman melalu berbagai cara untuk membangun basis pendidikan jiwa wirausaha di masyarakat utamanya di kalangan generasi muda.

Menurutnya, kampanye kewirausahaan sangat diperlukan untuk mengikis sikap mental yang selama ini masih mendominasi kalangan pemuda untuk bekerja dan bukan berwirausaha. Dan yang juga tidak kalah pentingnya adalah memberikan kurikulum wirausaha di kampus juga merupakan hal yang sangat perlu untuk membenahi output perguruan tinggi dengan memberikan orientasi kepada calon sarjana untuk menjadi pencipta lapangan kerja dan bukan pencari. Akan lebih baik jika kurikulum tersebut dimulai dari sekolah menengah.

Sandi juga memandang bahwa mengintensifkan training atau pelatihan juga penting.  Untuk meningkatkan minat menjadi sebuah keyakinan diperlukan training. Training ini diperlukan untuk memberikan penguatan mental dan ketrampilan-ketrampilan dasar untuk memulai dan menjalankan usaha serta wawasan yang luas mengenai aspek-aspek wirausaha. Beberapa ilmu manajemen usaha dasar dapat diberikan untuk menepis.

Sandi pun berpesan sebagai pengusaha haruslah mampu dan cerdas melihat peluang bisnis yang ada. selain itu, salah satu strategi terpenting dalam meraih sukses adalah mencari tahu dan mempelajari apa yang telah dilakukan oleh orang-orang yang telah berhasil meraih sukses. Teruslah mencari tahu dan belajar dari pengalaman mereka, sampai anda mampu meraih kesuksesan seperti mereka.

“Saya mempelajari bahwa sukses itu mencakup berbagai macam hal, dengan hanya mendalami satu prinsip sukses atau hanya memfokuskan pada satu bagian dalam hidup, tidak akan membawa kita menuju puncak kesuksesan. Namun apabila kita terus selalu mencoba untuk belajar dari kesalahan dan kegagalan kita (trial and error), maka saya optimistis hal tersebutlah yang akan menghantarkan kita pada puncak kesuksesan,” ucapnya.

“Kita harus mampu memanfaatkan peluang dari kendala yang ada karena di balik setiap masalah pasti ada peluang. Saya terlahir menjadi pengusaha ketika diberhentikan menjadi karyawan pada krisis moneter tahun 97-98 silam. Selain itu semangat untuk mau belajar dari kesalahan, pantang menyerah, dan tidak menginginkan semuanya dengan instant, dapat membawa saya sampai seperti saat ini,”  tutupnya.

taken fr : okezone.com

ASI Mengandung Zat Antikanker

Air Susu Ibu adalah cairan ajaib yang dibutuhkan bagi semua bayi baru lahir. Beberapa ilmuwan menyakini, ASI dapat memberikan proteksi pada bayi terhadap berbagai ancaman penyakit serius seperti misalnya kanker. Tetapi, bagaimana cara ASI melindungi bayi Anda dari berbagai bentuk kanker masih menjadi sebuah misteri.

Kini, sebuah riset terbaru yang dimuat Journal of Human Lactation menemukan suatu bentuk protein pada ASI yang ternyata memiliki sifat sebagai zat antikanker, yang biasa disebut TNF-apoptosis inducing ligand (TRAIL).

Dalam kajiaannya, para peneliti mengambil sampel berupa kolostrum dan ASI matang dari calon ibu baru. Selain itu, peneliti juga mengambil sampel darah dari wanita sehat, dan susu formula. Kemudian peneliti menguji tingkat TRAIL pada kolostrum, ASI matang, darah dan susu formula.

Para peneliti menemukan bahwa kolostrum dan ASI masing-masing mengandung 400 dan 100 kali lipat tingat TRAIL, lebih tinggi ketimbang darah. Sementara kandungan TRAIL sama sekali tidak terdeteksi dalam susu formula.

“ASI memiliki peran penting dalam mencegah jenis kanker tertentu pada anak seperti leukemia lymphoblastic, penyakit Hodgkin, dan neuroblastoma. Namun, laurutan TRAIL endogen adalah kandidat kuat untuk menjelaskan efek biologis keseluruhan dari menyusui dalam melawan kanker,” kata peneliti.

Para ibu yang dipilih untuk berpartisipasi dalam penelitian ini sudah memenuhi syarat karena mereka tidak menunjukkan tanda-tanda eklampsia, infeksi, atau demam.

“Ini adalah temuan pertama yang mengukur kadar TRAIL dalam kolostrum dan ASI. Penelitian ini telah mengungkapkan konsentrasi TRAIL jauh lebih tinggi di kolostrum dan ASI ketimbang dengan tingkat TRAIL serum,” tutup peneliti.

taken fr : kompas.com

 


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 30 other followers